Renungan Harian Rabu, 7 Oktober 2026

PW SP Maria, Ratu Rosario (P)

Gal 2:1-2.7-14; Mzm 117:1.2; Luk 11:1-4; BcO Sir 3:17-4:10.

Hidup Dalam Kebenaran dan Doa

Saudara dan saudari yang terkasih, bacaan hari ini mengajak kita mendalami dua hal mendasar dalam kehidupan iman: keberanian untuk hidup dalam kebenaran dan kerendahan hati untuk berserah dalam doa. Rasul Paulus menegaskan bahwa Injil tidak pernah boleh dikorbankan hanya demi menyenangkan manusia. Ia berani menegur Petrus bukan karena kebencian, melainkan demi menjaga kemurnian iman. Hal ini menjadi cermin bagi kita bahwa menjadi pengikut Kristus berarti berani menghidupinya dalam keseharian kita.

Dalam bacaan Injil, para murid memohon kepada Yesus: “Tuhan, ajarlah kami berdoa.” Yesus kemudian mengajarkan doa Bapa Kami, sebuah doa yang menjadi inti dan sumber kekuatan iman kita. Salah satu bagian yang sangat mendalam dari doa ini adalah permohonan: “ampunilah dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami.” Kalimat ini menegaskan bahwa doa sejati tidak boleh berhenti di bibir saja, melainkan harus mampu mengubah hati dan tindakan nyata. Kita tidak mungkin sungguh-sungguh memohon ampun kepada Allah jika pada saat yang sama kita masih menggenggam dendam dan menolak untuk mengampuni sesama.

Hari ini, Gereja juga memperingati Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Kita diajak untuk menemukan kembali kuasa doa Rosario yang sederhana namun membawa kedamaian mendalam. Melalui doa Rosario, kita diajak merenungkan seluruh rahasia keselamatan Kristus bersama Bunda Maria. Kebiasaan berdoa ini mendidik batin kita agar senantiasa terhubung dengan Allah dalam segala suasana hidup, baik saat bersukacita, menanggung beban berat, maupun ketika berjuang mempertahankan kebenaran di tengah tantangan zaman.

Ada dua poin penting yang sangat bermanfaat bagi peziarahan iman kita: kepekaan dan kerendahan hati. Kepekaan membuat kita lebih peduli pada kebutuhan sesama sehingga hidup kita menjadi lebih berwarna dan bermakna. Sementara itu, kerendahan hati yang mendalam mengajar kita untuk selalu terbuka kepada siapa saja serta melatih kita untuk memandang seluruh perjalanan hidup ini dengan bijaksana. Kedua sikap inilah yang menjadi buah nyata dari doa yang tekun dan relasi yang erat dengan Tuhan.

Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita senantiasa memelihara semangat doa dalam setiap rutinitas dan dinamika kehidupan kita. Mari kita mohon perantaraan Bunda Maria Ratu Rosario agar kita dianugerahi keberanian untuk menyuarakan kebenaran, kelembutan hati untuk saling mengampuni, serta kerendahan hati untuk senantiasa bergantung pada rahmat Allah. Semoga Tuhan memberkati kita semua

Fr. Marianus Elisius Neno Kefi Tingkat 1

Leave a Reply

Your email address will not be published.