
Para Bapak Uskup yang terkasih,
Izinkan saya berbagi informasi mengenai proses dan isi pertemuan para Pemimpin Gereja Katolik Timur dan Ketua Konferensi Waligereja sedunia, bertema “Sepuluh Tahun Amoris Laetitia: Mewartakan Injil Bersama Keluarga Masa Kini”, yang berlangsung di Vatikan pada 7–14 Oktober 2026.
Pertemuan dibuka pada Rabu sore, 7 Oktober, dengan doa, sambutan Kardinal Mario Grech (Sekretaris Jenderal Sekretariat Sinode) dan Kardinal Kevin Farrell (Prefek Dikasteri untuk Kaum Awam, Keluarga, dan Kehidupan), serta pengarahan Paus Leo XIV di Aula Paulus VI.
Dalam sambutannya, Bapa Suci Paus Leo XIV mengajak Gereja merefleksikan perjalanan sepuluh tahun Amoris Laetitia, mensyukuri buah-buah pastoral, dan mengenali tantangan kehidupan keluarga masa kini. Paus menegaskan bahwa keluarga bukan sekadar penerima pelayanan pastoral, melainkan subjek dan pelaku utama misi Gereja. Karena itu, pelayanan pastoral harus menjadi sekolah mendengarkan, tempat Gereja belajar dari pengalaman nyata keluarga, baik dalam keindahan maupun kerapuhannya. Gereja dipanggil bukan hanya mengajarkan cita-cita luhur perkawinan, tetapi juga mendampingi keluarga dengan kesabaran, kedekatan, dan belas kasih.

Setelah pengarahan Bapa Suci, sebanyak 188 peserta mengikuti rekoleksi singkat yang dibawakan Sr. Helen Alford, OP. Melalui kisah Yesus dan perempuan Samaria, ia menegaskan bahwa kerapuhan hidup tidak menghalangi seseorang menjadi pewarta Injil. Gereja diajak belajar dari pengalaman keluarga dan mewartakan Injil bukan hanya kepada keluarga, melainkan bersama keluarga, sehingga generasi muda semakin berani membangun dan memelihara perkawinan.
Dengan demikian, keluarga sungguh menjadi tempat mengalami sekaligus mewartakan Kabar Gembira.
Pada hari pertama sidang, Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 09.00–13.00 dan 16.00–19.30, para peserta mendalami tema “Families Today: Reality, Beauty, and Challenges”. Gereja diajak melihat kenyataan hidup keluarga dalam terang Injil, mendengarkan pengalaman mereka, serta mengenali karya Allah di tengah keindahan dan kerapuhan hidup keluarga.
Sesi pagi diawali dengan paparan pengalaman pasangan suami istri dari Amerika Serikat, Kardinal Filipe Neri Ferrão, dan Prof. Vincenzo Rosito. Semua paparan memperdalam topik “Discerning the Signs of the Times through the Experience of Families and the Church’s Pastoral Commitment Today”. Selanjutnya, para peserta berdiskusi dalam kelompok meja bundar beranggotakan 10–11 orang. Hasil diskusi diperdalam pada pleno dan tanggapan terbuka pada sore hari.

Salah satu perhatian utama ialah pentingnya pendampingan keluarga sepanjang hidup perkawinan. Perubahan sosial, tuntutan pekerjaan, dan semakin kompleksnya persoalan keluarga menuntut pembaruan pelayanan pastoral. Amoris Laetitia mengingatkan bahwa Gereja tidak cukup mempersiapkan pasangan untuk satu hari pernikahan, tetapi harus mendampingi mereka sepanjang kehidupan perkawinan.
Dalam konteks ini, Komunitas Basis Gerejawi memiliki peran strategis dalam pendampingan berkelanjutan keluarga. Untuk itu, pembinaan tenaga pastoral, khususnya pasangan suami istri yang berpengalaman, menjadi kebutuhan mendesak. Kita mendorong agar keluarga menolong keluarga.
Inilah arah pertobatan pastoral kita: dari program menuju perjumpaan, dari persiapan perkawinan menuju pendampingan seumur hidup, dan dari melayani keluarga menuju memberdayakan keluarga sebagai pelaku evangelisasi.

Sumber foto: amorislaetitia.va
Roma, 9 Oktober 2026
***KomsosKWI
