
TEGALSARI — Suasana penuh sukacita begitu mengemuka di Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari, OKU Timur, Rabu (14/10/2026) pagi. Sebanyak 200 lansia berkumpul mempererat persaudaraan sekaligus meneguhkan semangat hidup sehat dan bahagia dalam kegiatan Temu Kangen Lansia bertajuk “Lansia yang Berharga, Tetap Sehat, Bahagia, dan Menjadi Berkat di Usia Senja.”
Kegiatan ini dimulai dengan penyambutan, pengisian daftar hadir, serta pemeriksaan kesehatan gratis oleh Seksi Kesehatan DPP Tegalsari. Kemeriahan dan keakraban berlanjut saat para lansia mengikuti Perayaan Ekaristi bernuansa liturgi Jawa yang dipimpin oleh Pastor Rekan Paroki Tegalsari, Romo F.X. Kusmaryadi SCJ.

Dalam homilinya, Romo Kusmaryadi menekankan filosofi Jawa “Tutur, Uwur, Sembur” sebagai pegangan hidup bagi para lansia dalam mendampingi anak dan cucu.
“Tutur berarti memberikan nasihat dan kata-kata yang baik, uwur mengandung makna berbagi atau memberi, sedangkan sembur dapat dimaknai sebagai doa dan harapan baik bagi sesama,” ujar Romo Kusmaryadi.
Ia mengajak para lansia untuk terus membagikan kebijaksanaan, kasih, dan doa kepada anak, cucu, serta orang-orang di sekitarnya.
Usai perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi di gedung Balai Paroki yang diawali dengan sejumlah sambutan. Koordinator Bidang Seksi Kesehatan, Susi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas antusiasme para peserta yang hadir.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi para lansia yang tetap bersemangat dalam berkarya dan melayani meskipun telah memasuki usia senja. Semoga senantiasa diberi kesehatan dan terus menjalani hidup dengan penuh sukacita,” ungkap Susi.
Selanjutnya, R. Ngatmono dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan di usia senja. Ia pun membagikan tips praktis agar para lansia tetap bugar di masa tua.
“Kesehatan di usia lanjut dapat dijaga melalui pola makan yang baik, aktivitas fisik yang cukup, serta kebiasaan hidup sehat. Tetaplah bersemangat, nikmati kehidupan, dan jaga pikiran agar tidak mudah mengalami stres,” tutur Ngatmono.
Sementara itu, Ketua DPP Tegalsari, Pontianus Sudirman, menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan menegaskan pentingnya peran lansia sebagai teladan iman bagi generasi muda.
“Pengalaman, kesetiaan, dan semangat pelayanan para lansia merupakan warisan berharga bagi kaum muda. Kami berharap para lansia terus menjadi pelopor dalam kesetiaan, sehingga generasi muda semakin terinspirasi untuk bertumbuh dan melayani Gereja dengan lebih baik,” tuturnya.

Usai sambutan, Romo Kusmaryadi SCJ hadir menyajikan materi bagi para lansia. Ia menggarisbawahi bahwa usia senja bukanlah halangan untuk terus berkarya dan menebar kasih di tengah keluarga maupun masyarakat. Menurutnya, kasih orang tua tidak hanya berwujud materi, tetapi juga nasihat, teladan hidup, doa, dan perhatian yang diberikan.
“Usia senja bukanlah akhir dari kesempatan untuk berkarya dan berbagi kasih. Sebaliknya, masa ini dapat menjadi kesempatan untuk memetik buah-buah kebaikan dari perjalanan hidup sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur kepada anak dan cucu,” tegas Romo Kusmaryadi.

Rangkaian acara ditutup dengan ramah tamah dan pembagian bingkisan. Momen kebersamaan ini menjadi pengingat bahwa lansia yang sehat, bahagia, dan setia adalah berkat nyata bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat.
***Valent Nugroho Priyo Pratomo (Komsos Paroki Tegalsari)
