Paus Leo: Resapi Kekayaan Pesan Amoris Laetitia

Kardinal Tagle membacakan homili yang disiapkan oleh Paus Leo XIV |  (VATICAN MEDIA)

Dalam homili yang dibacakan Kardinal Luis Antonio Tagle pada Misa penutupan pertemuan Gerejawi di Vatikan untuk memperingati 10 tahun Amoris Laetitia, Paus Leo XIV mengajak Gereja menerapkan pedoman pastoral dalam Seruan Apostolik tersebut di tengah kehidupan keluarga.

“Pada hari ini, ketika kita merayakan Ekaristi, kita mempersembahkan kepada Tuhan buah dari pekerjaan yang telah kita lakukan” mengenai Amoris Laetitia, “dan kita berupaya meresapi kekayaannya serta menerapkan pedoman pastoralnya dalam kehidupan nyata,” kata Paus Leo dalam homilinya pada Rabu, 14 Oktober, dalam Misa penutupan pertemuan Gerejawi untuk memperingati 10 tahun Seruan Apostolik Paus Fransiskus tentang kasih dalam keluarga.

Homili Bapa Suci dibacakan oleh Kardinal Luis Antonio Tagle, Dekan baru Dewan Kardinal sekaligus Pro-Prefek Dikasteri untuk Evangelisasi.

Kardinal asal Filipina tersebut memimpin perayaan liturgi menggantikan Paus, yang sedang menjalani pemulihan di Rumah Sakit Gemelli, Roma, setelah menjalani operasi pada Selasa untuk mengangkat “nodul kecil yang terlokalisasi” pada paru-parunya.

Keluarga: “Citra Kasih Allah”

Dalam homilinya, Paus Leo merefleksikan keluarga sebagai “persatuan afektif, spiritual, dan pengorbanan” serta “citra kasih Allah”. Keluarga dan komunitas Kristiani, katanya, perlu “bertumbuh menuju kedewasaan dalam kasih”, yang harus menjadi “landasan keluarga-keluarga kita”.

Ia melanjutkan bahwa kasih tersebut mencakup pendidikan mengenai “pentingnya keutamaan-keutamaan”, terutama kemurnian, yang “sangat berharga bagi pertumbuhan kasih yang sejati di antara manusia”.

Paus Leo juga menekankan pentingnya kesaksian yang diberikan oleh orang tua dan anak-anak, kaum muda dan kaum lanjut usia. Melalui kesaksian mereka, kebenaran Injil disebarluaskan ke seluruh dunia.

Bertumbuh sebagai “keluarga dari keluarga-keluarga”

Paus mengajak umat Katolik menerapkan perintah Yesus untuk saling mengasihi, “agar kita dapat bertumbuh sebagai Gereja yang merupakan ‘keluarga dari keluarga-keluarga’”, dengan menggunakan gambaran yang pernah disampaikan Paus Fransiskus.

Secara khusus, ia mengatakan bahwa mereka yang paling rentan atau sedang menghadapi kesulitan hendaknya “dikelilingi oleh kasih sayang dan dilindungi dari penghakiman”.

Menghormati Kehidupan

Bapa Suci kembali menyoroti “nilai keterbukaan terhadap kehidupan dan penghormatan terhadap kehidupan sejak pembuahan hingga kematian alami”. Ia mengatakan bahwa “tanpa keluarga-keluarga yang kuat, terbuka terhadap anugerah anak-anak, serta memperhatikan pendidikan dan pertumbuhan mereka, dunia tidak memiliki masa depan”.

Sebagai penutup, Paus Leo mendorong keluarga-keluarga untuk kembali menghidupkan kebiasaan berdoa di rumah dan menekankan pentingnya menghadiri Misa hari Minggu bersama-sama.

“Karena itu, saya sungguh mendorong semua orang untuk menemukan kembali dan mengembangkan kebiasaan-kebiasaan ini,” ujarnya.

Persekutuan dengan Penerus Santo Petrus

Sebelum mengakhiri homilinya, Kardinal Tagle mengingatkan bahwa dirinya memimpin liturgi berdasarkan mandat khusus dari Paus Leo XIV. Ia kemudian secara terbuka mengumumkan “persekutuan gerejawi” yang telah diberikan Paus kepada Patriark Babel Gereja Kaldea, Paul III Nona, yang terpilih pada April tahun ini.

“Persekutuan seorang Patriark dengan Penerus Petrus mengingatkan kita pada praktik kuno yang menegaskan kesatuan iman dan kasih antara Gereja patriarkal dan Takhta Roma—serta, pada masa itu, di antara Gereja-Gereja sendiri,” kata Kardinal Tagle.

Kehadiran sang Patriark dalam Misa, lanjutnya, “membantu kita memahami dengan lebih baik identitas kita sebagai Gereja, yakni persekutuan dalam Kristus Tuhan yang menyatukan Gereja-Gereja dari berbagai ritus dan tradisi, dalam kesatuan yang diwujudkan secara nyata bersama Penerus Petrus”.

Mempercayakan keluarga kepada Keluarga Kudus

Kardinal Tagle menutup homilinya dengan mengajak umat mempercayakan “semua keluarga dan seluruh Gereja kepada Keluarga Kudus dari Nazaret”, melalui doa Paus Fransiskus yang terdapat pada bagian akhir Amoris laetitia:

Keluarga Kudus dari Nazaret,
anugerahkanlah agar keluarga-keluarga kami juga
menjadi tempat persekutuan dan doa,
sekolah Injil yang autentik
dan Gereja-Gereja kecil dalam rumah tangga…
Semoga keluarga-keluarga tidak lagi mengalami
kekerasan, penolakan, dan perpecahan;
semoga semua orang yang terluka atau tersandung
menemukan penghiburan dan pemulihan…
Sadarkanlah kami kembali
akan kesucian dan keutuhan keluarga yang tidak dapat diganggu gugat,
serta keindahannya dalam rencana Allah.
Yesus, Maria, dan Yusuf,
kabulkanlah doa kami dengan penuh kasih. Amin.

***Christopher Wells

Dari Vatican News, 14 Oktober 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published.