Ef. 3:2-12; MT Yes. 12:2-3.4bcd.5-6; Luk. 12:39-48; BcO Sir 35:1-17.
Setia dalam Perkara Kecil

Saudara-saudari Sahabat yang terkasih, dalam Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk selalu berjaga-jaga karena kita tidak pernah tahu kapan Tuhan datang. Ajakan ini bukan berarti kita harus hidup dalam ketakutan, tetapi mengingatkan kita untuk memperhatikan bagaimana kita menjalani hidup setiap hari. Sering kali kita merasa masih mempunyai banyak waktu. Kita menunda untuk berubah, meminta maaf, mengampuni, atau melakukan sesuatu yang baik. Kita berpikir, “Nanti saja, masih ada waktu.” Padahal, kita tidak pernah benar-benar tahu berapa banyak waktu yang masih kita miliki.
Yesus juga berbicara tentang seorang hamba yang diberi kepercayaan untuk mengurus rumah tuannya. Kepercayaan itu tentu membawa tanggung jawab. Hal yang sama juga terjadi dalam hidup kita. Ada banyak hal yang dipercayakan Tuhan kepada kita: keluarga, pekerjaan, kemampuan, waktu, dan orang-orang yang hadir dalam kehidupan kita. Semua itu bukan hanya untuk kita nikmati, tetapi juga harus kita jalankan dan jaga dengan baik.
Saudara-saudari, kadang-kadang kita ingin melakukan sesuatu yang besar untuk Tuhan, tetapi lupa bahwa kesetiaan sebenarnya dimulai dari hal-hal yang sederhana. Menyelesaikan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, berkata jujur, mau mengampuni, membantu orang lain tanpa harus dipuji, dan tetap melakukan yang baik meskipun tidak ada yang melihat. Justru dalam hal-hal kecil seperti itulah kesetiaan kita terlihat.
Maka, mungkin pertanyaan yang lebih penting bukanlah “Kapan Tuhan datang?”, tetapi “Kalau Tuhan datang hari ini, bagaimana keadaan hidup saya?” Apakah saya sudah menjalani hidup dengan baik, atau masih terlalu sibuk dengan diri dan kepentingan saya sendiri? Pertanyaan ini bukan untuk membuat kita takut, tetapi untuk membantu kita melihat kembali bagaimana kita menggunakan waktu dan kesempatan yang Tuhan berikan.
Saudara-saudari, kita memang tidak tahu kapan perjalanan hidup ini akan berakhir. Namun, hari ini masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih baik. Karena itu, jangan terlalu sering menunda hal-hal baik yang sebenarnya bisa kita lakukan sekarang. Jangan menunggu hari esok untuk mulai setia. Bisa jadi, kesempatan yang kita miliki hari ini adalah cara Tuhan mengajak kita untuk semakin dekat kepada-Nya. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Antonius Bintang Christian
Tingkat II
