Umat Katolik Ukraina Padati Katedral Swedia pada Paskah

Roma, 21 April 2022 – Katedral Stockholm, Swedia, penuh pada hari Minggu (17/4) lalu ketika umat Katolik Ukraina di negara Skandinavia merayakan liturgi Paskah.

“Apa yang terjadi adalah beberapa orang berdiri di luar gereja, karena terlalu penuh dan tidak mungkin untuk masuk,” kata Pastor Andriy Melnychuk kepada CNA melalui email pada hari Rabu.

Liturgi Ilahi di Katedral Katolik St. Erik di Stockholm, Swedia, pada Minggu Paskah 2022. | Atas perkenan Pastor Andriy Melnychuk

Melnychuk adalah rektor Misi Katolik Ukraina di Stockholm, satu-satunya keuskupan Katolik di Swedia. Dia mengatakan sebelum peluncuran perang skala penuh di Ukraina, sekitar 400-600 imigran Ukraina menghadiri paroki tersebut. Namun ia memperkirakan 700-800 umat Katolik Yunani Ukraina hadir untuk Liturgi Ilahi di Katedral St. Erik pada Minggu, 17 April.

Menurut angka dari Badan Migrasi Swedia, sejak 24 Februari, lebih dari 33.100 warga Ukraina telah mengajukan permohonan masuk ke negara itu sebagai pengungsi.

Kardinal Anders Arborelius dari Stockholm menghadiri liturgi Paskah, dan mengatakan kepada Melnychuk bahwa dia belum pernah melihat katedral begitu penuh.

“Saya harus mengakui bahwa ada perasaan campur aduk sebelum dan sesudah liturgi Paskah,” kata Melnychuk. “Namun, selama liturgi, semua perasaan tertahan, saat kita memasuki realitas ilahi ‘yang lain’, ketika kita berdoa.”

“Pada hari ini kita merayakan kemenangan Tuhan atas kejahatan, atas kematian. Kita percaya bahwa kita adalah pewaris kemenangan Tuhan. Kita juga memahami harga dari kemenangan ini, jadi merayakan Paskah tahun ini, kita selalu bertawakal kepada Tuhan,” kata imam itu.

Kardinal Anders Arborelius menghadiri Liturgi Ilahi di Katedral Katolik St. Erik di Stockholm, Swedia pada Minggu Paskah 2022. Atas izin Pastor Andriy Melnychuk

“Meskipun situasinya sangat menantang dan masa-masa sulit bagi negara kami, warga Ukraina di Swedia tidak merasa sendirian,” kata Melnychuk, menjelaskan bahwa mereka telah menerima banyak dukungan dari Gereja Katolik setempat, gereja Protestan, dan organisasi amal.

“Semua tawaran untuk mendukung kami selama masa-masa sulit ini sangat penting dan dihargai,” katanya. “Dukungan yang paling dibutuhkan dan terpenting bagi kami adalah doa. Kemungkinan manusia terbatas. Untuk mendapatkan semua jawaban atas pertanyaan zaman sekarang, atau untuk mendapatkan solusi atas semua masalah yang kita miliki sekarang, tidak mungkin hanya dengan kekuatan manusia. Itulah mengapa doa bersama dengan kami dan bagi kami sangat penting.”

Mayoritas orang Ukraina, hampir 80%, adalah Kristen Ortodoks Timur. Sekitar 9% orang Ukraina adalah Katolik Yunani, yang berarti mereka adalah Katolik yang tergabung dalam Gereja ritus Bizantium.

Sebagian besar milik Gereja Katolik Yunani Ukraina (UGCC), yang dipimpin oleh Uskup Agung Mayor Sviatoslav Shevchuk dari Archeparky Kyiv-Halych Ukraina.

Ritus Bizantium merayakan liturgi dalam bentuk yang digunakan oleh Gereja Ortodoks Timur, secara teratur menggunakan Liturgi Ilahi St. Yohanes Chrisostomus. Perayaan itu juga mengikuti kalender Julian, yang berarti beberapa hari raya dirayakan pada hari yang berbeda dari umat Katolik ritus Roma, yang mengikuti kalender Gregorian.

Umat Katolik Yunani Ukraina di Ukraina, misalnya, berada dalam Pekan Suci minggu ini, dalam persiapan untuk Minggu Paskah, yang akan mereka rayakan pada 24 April.

Tetapi banyak komunitas Katolik Yunani Ukraina di luar Ukraina telah memilih untuk mengikuti kalender Gregorian, dalam persatuan dengan mayoritas orang Kristen di negara adopsi mereka.

Melnychuk mengatakan parokinya di Stockholm memutuskan untuk mengadopsi kalender Gregorian pada bulan Desember, dan itu adalah yang terakhir untuk melakukannya di antara paroki Katolik Yunani Ukraina di negara-negara Skandinavia.

Liturgi Ilahi di Katedral Katolik St. Erik di Stockholm, Swedia pada Minggu Paskah 2022. Atas izin Pastor Andriy Melnychuk

“Masalah ini sudah dibahas lama, jadi momen perubahan itu bukan kejutan tapi keputusan paroki yang matang,” katanya. “Jumlah besar orang Ukraina yang bergabung dengan Liturgi Paskah menurut kalender Gregorian adalah bukti yang bagus untuk itu.”

Dia menjelaskan bahwa anggota parokinya datang dari seluruh Ukraina, tetapi mayoritas berasal dari bagian barat, di mana sebagian besar umat Katolik terkonsentrasi.

Imam itu mengatakan situasinya terus berubah, ketika sejumlah besar pengungsi Ukraina tiba di Swedia. “Sekarang hampir tidak mungkin untuk berbicara tentang angka tertentu, karena itu berubah saat kita berbicara: Banyak orang tiba di sini tetapi juga banyak yang sudah kembali ke rumah.” **

Hannah Brockhaus (Catholic News Agency)

Leave a Reply

Your email address will not be published.