Menanti dan Membuka Hati Seperti Pater Dehon

Perayaan ekaristi dipimpin oleh Romo Suparman SCJ (Provinsial SCJ Indonesia) didampingi oleh Romo Laurentius Suwanto SCJ (Superior SCJ), Romo Hyginus Gono Pratowo (Dekan Dekanat Palembang), dan Uskup Emeritus Mgr. Aloysius Sudarso SCJ. | Foto: KOMSOS KAPal

Peringatan hari kelahiran Pater Dehon sebagai pendiri kongregasi Imam-Imam Hati Kudus pada Sabtu (15/3) lalu di Provinsialat SCJ terasa meriah. Pada perayaan Dehonian Day yang ke-182 ini, Komunitas SCJ Wilayah Palembang secara khusus mengundang misdinar Dekanat Palembang untuk mengikuti lomba yel-yel/jargon Dehonian, lomba paramenta, dan lomba video Museum Van Oort. Selain itu, hadir pula Kelompok Awam Dehonian dan perwakilan imam, biarawan/biarawati dari berbagai kongregasi yang berkarya di Dekanat Palembang.

Sebelum memulai perlombaan, perayaan Dehonian Day diawali dengan misa kudus yang dipimpin oleh Rm Andreas Suparman SCJ sebagai provinsial SCJ.  Dalam homilinya, Romo Suparman memperkenalkan perjalanan Pater Dehon mendirikan kongregasi SCJ pada umat, khususnya yang belum mengenal Pater Dehon.

Pater Dehon mengatakan bahwa ia merasa terpanggil, namun belum memiliki keyakinan untuk memilih kongregasi tertentu. Ia terus mencari dan seluruh perhatiannya terpusat pada hati kudus Yesus. Dalam menemukan panggilan religiusnya, Pater Dehon terus mencari dan menanti.

“Ia terus mencari sekaligus menanti dan membuka hatinya untuk apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupnya. Pater Dehon sangat terpikat oleh lambung Yesus yang terbuka. Kalau kita lihat, di salib SCJ itu ada hati yang terbuka, hatinya bolong. Hal ini mengungkapkan hati Yesus yang memberikan seluruh hidupnya pada kita semua,” kata Romo Suparman.

Romo Andreas Suparman SCJ menyampaikan homili | Foto: KOMSOS KAPal

Pater provinsial juga menyampaikan perkataan Paus Fransiskus yang menyapa orang muda secara khusus. Bapa Suci mengatakan bahwa: Allah mengasihi kamu. Beliau mengingatkan semua umat bahwa apapun yang terjadi, Allah tetap mengasihi tanpa batas. Allah tidak akan merasa terganggu bila manusia mengungkapkan keraguannya pada Allah.

“Yang membuat Allah khawatir adalah bila kalian tidak berbicara lagi padanya, tidak membuka diri untuk berdialog dengannya. Mari kita jadikan pertemuan ini untuk mengalami kasih Allah yang hadir pada sahabat-sahabat kita, menjadi kesempatan untuk menunjukkan kasih Tuhan itu pada teman-teman dengan senyum, sapaan, dan kebersamaan,” pesan Romo Suparman menutup homilinya.

Usai perayaan ekaristi, acara dilanjutkan dengan lomba yel-yel/jargon Dehonian, lomba paramenta, dan lomba video Museum Van Oort. Selain lomba-lomba, para misdinar juga berdinamika bersama para imam dan biarawan/biarawati. Mereka saling mengenal dan belajar tentang pengalaman hidup serta perjalanan panggilan para biarawan/biarawati. Para peserta yang hadir adalah anggota misdinar dari Paroki Santa Maria Bunda Penolong Abadi Prabumulih, Stasi Santo Hillarius, Paroki Santo Yoseph, Paroki Hati Kudus, Paroki Santo Fransiskus de Sales, Paroki Allah Mahamurah Pasang Surut, Paroki Santo Paulus, Paroki Santa Maria Ratu Rosari, Paroki Katedral Santa Maria, dan Paroki Santo Petrus.

Selamat merayakan hari kelahiran Pater Dehon yang ke-182. Semoga hati Yesus yang terbuka senantiasa menginspirasi kita semua. Vivat Cor Iesu, per Cor Mariae!

** Maria Sylvista

Leave a Reply

Your email address will not be published.