“Jangan Jadi Penghalang bagi Kerajaan Allah”

Dalam Injil hari ini, Yesus menegur dengan keras para ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka rajin menjaga aturan dan sibuk dengan hal-hal lahiriah, tetapi justru menutup pintu Kerajaan Allah bagi orang lain. Bukannya menuntun umat kepada Tuhan, mereka malah membuat beban dan kebingungan. Teguran Yesus ini menunjukkan betapa seriusnya bahaya sikap munafik dalam hidup beriman.
Yesus mengingatkan bahwa iman sejati tidak boleh terjebak hanya pada simbol-simbol atau aturan lahiriah. Orang Farisi lebih menghormati emas Bait Allah daripada Allah sendiri, seolah benda lahiriah lebih berharga daripada Tuhan yang hadir. Hal ini menunjukkan bagaimana manusia bisa salah menempatkan prioritas, lebih sibuk pada hal yang tampak daripada pada inti iman, yaitu relasi dengan Allah.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun bisa jatuh dalam kesalahan serupa. Kita mungkin rajin hadir di gereja atau mengikuti kegiatan rohani, tetapi hati kita tidak sungguh-sungguh tertuju pada Tuhan. Atau kita lebih sibuk menghakimi dan menuntut orang lain, padahal diri sendiri belum hidup sesuai dengan ajaran Kristus. Inilah bentuk “kemunafikan kecil” yang bisa membuat orang lain menjauh dari iman.
Yesus memanggil kita untuk tidak menjadi batu sandungan, melainkan pintu yang terbuka bagi sesama. Kehidupan iman seharusnya menghadirkan wajah Allah yang penuh kasih, adil, dan setia. Jika orang lain melihat kebaikan dan ketulusan kita, mereka akan lebih mudah datang kepada Tuhan. Dengan demikian, hidup kita menjadi jalan, bukan penghalang, bagi sesama untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Marilah kita memeriksa diri: apakah sikap dan perkataan kita menuntun orang kepada Tuhan, atau justru menjauhkan mereka dari-Nya? Semoga melalui kerendahan hati dan pertobatan, kita sungguh menjadi saksi Kristus yang hidup. Dengan cara itu, kita tidak hanya membuka pintu Kerajaan Allah bagi diri sendiri, tetapi juga bagi banyak orang yang mencari kasih dan keselamatan dari Tuhan.
Mari bermenung, Tuhan memberkati. Amin.
**Fr. Bednadetus Aprilyanto
