Renungan Harian, 13 September 2025

PW St. Yohanes Krisostomus

1 Timotius 1:15–17; Mazmur 113:1–4,5a,6–7;

Lukas 6:43–49; BcO: Hosea 5:15b–7:2; (P)

Iman yang Aktif

Menaburkan benih kebaikan | Foto: Pinterest

Saudara-saudari terkasih, ada pepatah yang berkata: “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.” Pepatah ini mengingatkan bahwa hidup seseorang tidak lepas dari akar yang membentuknya. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Bila kita menanam kebaikan, kita akan menuai kebaikan. Sebaliknya, bila kita menanam keburukan, maka keburukan pula yang akan kita dapatkan. Pepatah sederhana ini sejalan dengan ajaran Yesus yang menekankan pentingnya mengisi hidup dengan hal-hal yang baik, benar, dan berkenan kepada Allah.

Yesus menegaskan bahwa tidak ada seorang pun dapat menghasilkan buah yang baik bila dalam dirinya tidak ada kebaikan. Artinya, kualitas hidup kita sebagai orang beriman ditentukan oleh relasi kita dengan Kristus, Sang Sumber Kebaikan. Tanpa Kristus, segala sesuatu akan rapuh dan mudah roboh. Tetapi bersama Dia, hidup kita akan berbuah manis, menghadirkan sukacita dan damai, bukan hanya bagi diri kita, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar kita.

Karena itu, Yesus mengajak kita membangun dasar iman yang kokoh. Iman yang kuat bukan hanya berhenti pada mendengar firman, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Mengikuti Kristus bukanlah sikap pasif, melainkan aktif: mendengar, merenungkan, menyimpan dalam hati, lalu menghidupi ajaran-Nya setiap hari. Dengan demikian, iman kita bagaikan rumah yang berdiri di atas batu karang, yang tidak mudah runtuh meski diterpa angin dan badai kehidupan.

Hidup yang berakar pada Kristus membuat kita sadar bahwa kita tidak pernah berjalan sendirian. Ia hadir dalam hati, pikiran, dan tindakan kita. Ia selalu menyertai, menjaga, dan menguatkan kita. Karena itu, kita pun dipanggil untuk menjaga hati agar tidak mudah dipenuhi iri hati, kebencian, kesombongan, atau hawa nafsu yang bisa menjauhkan kita dari Allah. Sebagai murid Kristus, kita belajar menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya, sebab hanya bersama Dia kita akan sampai pada tujuan akhir: keselamatan kekal.

Yesus mengingatkan kita: isi perbendaharaan hatimu dengan kebaikan, supaya yang keluar dari hidupmu juga membawa kebaikan. Dari hati mengalir semua tindakan kita. Bila hati kita dipenuhi kasih Kristus, maka kita akan mampu menjadi berkat, bahkan di tengah kesulitan sekalipun.

Mari kita terus menabur benih kebaikan, membangun iman di atas dasar yang kokoh, dan hidup selalu bersama Kristus. Dengan begitu, hidup kita akan berbuah sukacita, damai, dan kasih, bagi diri sendiri, sesama, dan demi kemuliaan Allah. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita.

**Fr. Natalius Alan Dwi Putra Sihombing

Tingkat 1Calon imam KAPal

Leave a Reply

Your email address will not be published.