Hag. 2:1b-10; Mzm. 43:1,2,3,4; Luk. 9:18-22
BcO Yes. 28:1-6.14-22
Iman yang Tumbuh dan Berbuah

Saudara-saudari yang terkasih, Injil hari ini mengetengahkan kepada kita kisah Yesus yang bertanya kepada para muridNya tentang pengenalan orang-orang di luar mereka dan pengenalan para murid tentang diriNya. Ada dua pertanyaan penting dalam perikop hari ini: Pertama, “Kata orang banyak siapakan Aku ini? (Luk 9:18). Kedua, “Menurut kalian siapakah Aku ini” (Luk 9:20). Pertanyaan pertama membuka pikiran kita untuk melihat orang-orang di sekitar kita: di dalam keluarga, di tempat kerja dan jawaban mereka tentang identitas Yesus. Pertanyaan kedua sifatnya lebih fundamental. Pertanyaan ini membuka pintu hidup kita, membuka iman kita untuk memberi jawaban yang tepat tentang siapakah Yesus itu bagi diri kita.
Petrus mewakili murid lain juga mengakui secara pribadi bahwa Yesus adalah Kristus dari Allah. Petrus memang tepat menyatakan Yesus sebagai Mesias tetapi kurang lengkap. Pikirannya masih sama seperti pemikiran orang-orang lain pada umumnya, melihat sosok mesias sebagai pahlawan yang kelak membebaskan mereka dari penjajahan Romawi dan membawa Israel kembali mengalami kejayaan sepeti pada masa kepemimpinan Raja Daud dan Salomo. Ia memandang Yesus demikian karena perbuatan-perbuatan-Nya yang luar biasa: Menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, berjalan di atas air, mengusir roh jahat, dan sebagainya.
Saudara-saudari terkasih, kadang kala kita malu untuk mengungkapkan iman kita. Hal tersebut terjadi karena kita tidak mengenal yang kita imani secara pribadi, seringkali kita hanya berpatokan pada apa kata orang. Perikop Injil hari ini hendak menegaskan kepada kita agar kita mengenal Yesus dan mengimaninya dengan sungguh.
Iman sejatinya tidak cukup hanya karena warisan atau berdasarkan pendapat orang lain, melainkan harus dipupuk dan dirawat hingga sampai pada pengenalan pribadi kita masing-masing. Ada banyak pengalaman dalam hidup kita yang dapat menghantar kita pada pengalaman perjumpaan dan kedekatan dengan Tuhan. Maka, mari kita mohon rahmat Tuhan agar boleh semakin tumbuh dalam iman yang berbuah nyata dalam tindakan dan hidup kita setiap hari. Semoga Tuhan memberkati kita.
**Fr. Marcelinus Rizi Panjaitan
Tingkat 2-Calon Imam KAPal
