PF St. Pius V, Paus (P)
Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20.

Mengasihi dan Melayani
Saudara-saudari terkasih, masa Paskah mengingatkan kita bahwa karya keselamatan Allah bukanlah peristiwa yang berhenti di masa lalu. Kebangkitan Kristus terus hidup dan bekerja dalam sejarah manusia hingga saat ini. Dalam bacaan pertama dari Kisah Para Rasul, Paulus mengajak umat untuk melihat kembali perjalanan karya Allah dalam sejarah Israel: bagaimana Allah memilih umat-Nya, membimbing mereka melewati berbagai kesulitan, hingga akhirnya menghadirkan Yesus sebagai Juruselamat dari keturunan Daud. Semua itu menunjukkan bahwa Allah setia pada janji-Nya.
Kesetiaan Allah ini juga nyata dalam kehidupan kita. Walaupun kita sering jatuh dan tidak setia, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Ia terus bekerja, bahkan sering kali secara tersembunyi, menuntun langkah-langkah hidup kita menuju keselamatan. Sejarah keselamatan bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga menjadi kisah iman kita hari ini. Dalam setiap pengalaman hidup—baik suka maupun duka—Allah hadir dan berkarya bagi kebaikan kita.
Dalam Injil hari ini, kita melihat wajah lain dari karya keselamatan Allah, yaitu kerendahan hati dan pelayanan. Setelah membasuh kaki para murid-Nya, Yesus berkata bahwa seorang hamba tidak lebih tinggi daripada tuannya. Ia sendiri, sebagai Guru dan Tuhan, rela merendahkan diri dan mengambil posisi seorang pelayan. Tindakan ini bukan sekadar simbol, melainkan teladan hidup bagi kita: bahwa kebesaran dalam Kerajaan Allah tidak diukur dari jabatan atau kehormatan, tetapi dari kemampuan untuk melayani dengan kasih.
Saudara-saudari terkasih, panggilan kita sebagai murid Kristus adalah menghadirkan kasih melalui pelayanan, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun. Membantu sesama, mendengarkan yang terluka, mengampuni, dan setia dalam tugas sehari-hari adalah wujud nyata mengikuti Kristus. Masa Paskah ini mengajak kita memperbarui hidup, menyadari kesetiaan Allah, dan meneladani kerendahan hati-Nya. Sebab pada akhirnya, kebesaran seorang murid Kristus terletak pada seberapa dalam ia mampu mengasihi dan melayani. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
**Fr. Yohanes Adven Papahang–Tingkat V
