PW St. Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja (P)
Kis. 12:24–13:5a; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Yoh. 12:44-50.

Mahkota Emas Berkilau atau Mahkota Duri?
Saudara-saudari terkasih, hari ini penginjil Yohanes mencatat seruan Yesus bahwa Ia datang sebagai terang supaya manusia tidak tinggal dalam kegelapan. Terang itu tidak memaksa, melainkan hadir dan mengundang. Karena itu, setiap orang dihadapkan pada pilihan: berjalan menuju terang atau tetap tinggal dalam kegelapan yang terasa aman dan nyaman.
Pilihan seperti ini tampak nyata dalam hidup St. Katarina dari Siena, yang kita peringati hari ini. Dalam pengalaman rohaninya, Kristus menawarkan dua mahkota: mahkota emas yang melambangkan kemuliaan dunia dan mahkota duri yang melambangkan jalan pengorbanan. Secara manusiawi, mahkota emas tentu lebih menarik. Namun Katarina memilih mahkota duri—jalan pelayanan, kesederhanaan, dan kesetiaan kepada Tuhan. Ia menunjukkan bahwa mengikuti Kristus berarti berani memilih jalan yang tidak selalu mudah, tetapi penuh makna.
Pengalaman serupa juga dapat kita temukan dalam kehidupan nyata. Ketika menjalani live in di stasi pelosok dengan segala keterbatasannya, mungkin kita merasakan situasi yang tidak nyaman, bahkan seperti “mahkota duri”. Namun justru dalam kesederhanaan itu, terang Kristus sering kali tampak lebih jelas: dalam kerja keras umat, dalam kesetiaan mereka beriman, dan dalam ketulusan hidup sehari-hari. Kita pun menyadari bahwa mengikuti Kristus tidak selalu berarti memilih yang mudah, tetapi setia dalam pelayanan.
Saudara-saudari terkasih, pilihan itu juga hadir dalam kehidupan kita setiap hari: ketika kita tetap jujur meskipun merugikan, setia melayani meski tidak diperhatikan, atau tetap berbuat baik di tengah kesulitan. Semua itu mungkin terasa seperti mahkota duri, tetapi justru di sanalah terang Kristus bekerja. Maka marilah kita bertanya dalam hati: mahkota mana yang kita pilih? Semoga kita dimampukan untuk memilih terang Kristus dan setia berjalan di dalamnya. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
**Fr. Tinon Bayu–Tingkat V
