Peringatan Wajib St. Vinsensius a Paulo
Za. 2:1-5,10-11a; Yer. 31:10,11-12ab,13; Luk. 9:43b-45
BcO Mi. 1:1-9; 2:1-11
Peka Pada Kehendak Tuhan

Saudara-saudari terkasih, ada sebuah pepatah bijak yang berbunyi demikian, Malu bertanya, sesat di jalan. Kalimat itu tentu mewakili apa yang terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita sering kali merasa malu dan gengsi untuk bertanya atas sesuatu yang tidak kita ketahui. Sebagai contoh, ada seorang mahasiswa yang takut bertanya pada dosen tentang mata kuliah yang sedang dipelajari. Ada hal yang belum dia pahami, namun ia takut untuk bertanya, tak berani mengakui kebingungannya di depan umum. Alhasil ia pun semakin kesulitan memahami materi tersebut.
Sepenggal kisah tentang mahasiswa itu jauh sebelumnya juga dialami oleh para murid dalam kisah Injil hari ini. Mereka tidak memiliki keberanian untuk bertanya mengenai arti dari perkataan Yesus. Aneh memang, karena tidak ada satu pun dari mereka yang berani bertanya dan membuat seolah perkataan itu berlalu begitu saja.
Mereka tidak mengerti karena bagi mereka Yesus adalah Raja yang penuh kuasa, Ia mampu melakukan banyak mukjizat. Para murid mungkin berpikiran seperti pikiran orang kebanyakan bahwa Yesus adalah calon raja penguasa Israel, mesias, seorang pahlawan yang akan mengembalikan masa keemasan Israel seperti pada zaman Daud. Jadi, menurut mereka, tidak mungkin Yesus akan diserahkan ke dalam tangan manusia.
Yesus tahu isi hati murid-Nya. Ia pun membangunkan mereka dari mimpi tentang kerajaan duniawi. Harapan akan kerajaan duniawi membuat mereka tidak memahami maksud perkataan Yesus. Pengharapan yang salah itulah yang membutakan pikiran mereka.
Saudara-saudari terkasih, pengharapan sejati pengikut Yesus adalah kehidupan kekal di surga. Untuk itu, mari kita terus belajar memahami maksud Tuhan dengan tekun mendengarkan sabdaNya. SabdaNya menjadi tuntunan bagi hidup kita agar terus berpengharapan sehingga kita tidak lagi salah menilai tentang maksud dan tujuan Tuhan bagi kita. Semoga teladan St. Vinsensius a Paulo yang kita kenangkan hari ini juga membantu kita untuk semakin peka pada kehendak Tuhan dan memiliki perhatian paada sesama, terutama mereka yang miskin, menderita, dan membutuhkan pertolongan. Semoga Tuhan memberkati kita.
**Fr. Yusta Pawe
Tingkat 1-Calon Imam KAPal
