Bagi umat Katolik Sakramen Krisma merupakan tanda kedewasaan iman seseorang. Melalui Sakramen Krisma seseorang diikat secara lebih kuat dan sempurna dengan Gereja serta diperkaya dengan daya kekuatan Roh Kudus.
Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran yang dimulai pada bulan Juli 2025, sebanyak 115 orang menerima Sakramen Krisma dalam Perayaan Ekaristi Minggu Misi Sedunia ke- 99 yang dipimpin oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, di Gereja Santo Yoseph Palembang, Minggu (19/10/2025) pagi. Hadir mendampingi sebagai konselebran adalah Pastor Paroki St. Yoseph, Pastor Hyginus Gono Pratowo dan Ekonom Seminari Menengah St. Paulus, Pastor Paskalis Aditya Wardana SCJ.

Dalam homilinya, Mgr. Yohanes mengatakan bahwa, “Hari ini Gereja mengajak kita untuk menjadi saksi-saksi hidup dari Allah yang tidak kelihatan, dari Kristus yang hidup 2000 tahun yang lalu. Beberapa dari kita akan menerima Sakramen Krisma sebagai tanda kedewasaan rohani yang sebanding dengan dewasa di dalam keluarga. Kedewasaan dalam keluarga bukan pertama-tama harus membantu kebutuhan ekonomi orang tua yang utama orang atau anak yang dewasa dalam keluarga adalah menjaga nama baik keluarga,” jelasnya.
Bapa Uskup yang pernah aktif mengajar sebagai dosen Islamologi di Fakultas Filsafat Unika St. Thomas Sumatera Utara ini juga menyampaikan harapannya. “Marilah membuat orang tua kita bangga karena kita dewasa di dalam keluarga, marilah kita juga membuat Allah bangga karena kita dewasa dalam iman. Inilah menjadi saksi-saksi kebenaran Kristus, saksi-saksi Allah dan tugas misionaris dalam Minggu Misi ke- 99.”

Mengakhiri homilinya, Bapa Uskup kembali mengingatkan ajakan Gereja untuk menjadi menjadi anak-anak Allah yang hidup benar, baik, dan jujur. “Gereja terus-menerus mengulangi agar kita menjadi anak-anak Allah yang benar, mewartakan kehendak Allah dimanapun dan kapanpun. Kita dituntut untuk hidup benar, adil, jujur, tulus dan kudus,” pungkasnya
Mewakili Tim Pendamping Krisma, Yohanes Budiyanto, menjelaskan bahwa calon Krisma terbagi dalam empat kelas yang didampingi oleh 20 orang pembina, terdiri dari biarawan, biarawati, dan awam, antara lain Yohanes Budianto, Eko Wahyudi, V. Supriyantoro, Fr. Yoseph BHK, Sr. Fidelis HK, Sr. M. Vianney FCh, Sr. M. Innocentia FCh, Br. Yustinus SCJ, Sr. M. Luisa FSGM, Fr. Marcelinus SCJ, dan Fr. Fransiskus Dwi.
Selama masa pembinaan yang dimulai pada 13 Juli 2025, para peserta mengikuti pertemuan sebanyak tiga belas kali dan menerima sejumlah materi, yaitu 7 Sakramen, Tahun Yubileum, ARDAS KAPal, KBG – Ciri khas dan arah Pastoral Paroki Santo Yoseph Palembang, Trinitas, Lima Pilar Gereja, Pengantar tentang Kitab Suci dan Sikap Liturgi.
Ia menambahkan, bahwa selain menerima materi, peserta juga mengikuti ujian, kegiatan Bible Camp, ziarah Pintu Suci, Sakramen Tobat, dan rekoleksi. “Harapannya kepada para krismawan, semoga mereka menjadi saksi Kristus di dunia serta diberi keberanian untuk hidup sesuai dengan ajaran Kristus dan membagikan kasihNya kepada semua orang,” ungkapnnya.

Usai Perayaan Ekaristi, rangkaian kegiatan penerimaan Sakramen Krisma diakhiri dengan ramah-tamah bersama di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang.
**B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)
Foto: Komsos Paroki St. Yoseph Palembang
