Sebanyak 38 imam dan 12 frater Diosesan Keuskupan Agung Palembang hadir di Paroki St. Thomas Rasul Arga Makmur, Bengkulu Utara. Kehadiran mereka merupakan bagian dari agenda rutin Unio, yaitu paguyuban yang dibentuk untuk meningkatkan kebersamaan dan persaudaraan antar imam diosesan atau yang juga dikenal dengan sebutan imam projo. Imam diosesan adalah imam yang ditahbiskan untuk ikut serta pada imamat Yesus sebagai imam, guru, dan gembala di sebuah keuskupan dalam kesatuan dengan Uskup
Kegiatan rutin tiga bulanan yang dilaksanakan pada 14-16 Oktober 2025 ini diisi dengan live in di tengah keluarga, Perayaan Ekaristi di KBG, rekoleksi, dan pertemuan seputar unio.

Pada Kamis (16/10/2025) pagi, Pastor Yohanes Agung Apriyanto hadir memimpin rekoleksi bagi para imam dan frater. Imam yang akan memulai perutusan baru sebagai pastor rekan di Unit Pastoral St. Yohanes Maria Vianney Penarik, Muko-muko, Bengkulu ini menyajikan tema “Bunda Maria, Guru Para Imam di Era Digital”.
Ia mengajak para imam dan calon imam untuk menimba kebijaksanaan dari teladan Maria dalam menghadapi dunia yang kian modern. Pastor Agung menegaskan bahwa kemajuan teknologi bukanlah pilihan, melainkan realitas yang harus diterima dengan arif.

“Dunia digital telah menjadi lingkungan hidup kita. Maka para imam dipanggil untuk menjadi suara yang jernih, terpercaya, dan otentik di tengah arus informasi yang deras,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kehadiran di dunia maya dan dunia nyata. “Relasi yang mendalam dalam kehidupan nyata tidak dapat digantikan oleh interaksi virtual. Pelayanan sejati lahir dari perjumpaan yang nyata.”
**Fr. Bednadetus Aprilyanto
Foto: Komsos KAPal
