Seminar Hari Pangan Sedunia 2025: Membangun Jejaring Pangan Sehat dan Berkelanjutan

“Makan sehat itu tidak harus mahal. Justru dengan memanfaatkan pangan lokal, kita bisa hidup sehat, mendukung petani, dan menjaga lingkungan.”

Demikian diungkakan Analis Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, David Simanungkalit, saat menyampaikan materi dalam seminar Hari Pangan Sedunia 2025 Keuskupan Agung Palembang yang digelar di Paroki St. Petrus Kenten Palembang, Sabtu (25/10/2025) pagi.

Pada perayaan tahunan yang mengusung tema Membangun Jejaring Pendistribusian Pangan Sehat yang Berkelanjutan, David menjelaskan kerangka hukum, kebijakan, dan strategi nasional yang mendukung ketahanan pangan berbasis kemandirian daerah serta potensi pangan lokal.

Di hadapan lebih dari 170 peserta yang hadir, ia menekankan bahwa ketahanan pangan nasional tidak dapat dilepaskan dari peran masyarakat, komunitas, dan lembaga keagamaan yang memiliki daya jangkau hingga akar rumput. Dalam konteks ini, Gereja memiliki kontribusi penting dalam mengedukasi umat mengenai pola konsumsi pangan sehat, aman, dan berkelanjutan.

David Simanungkalit memaparkan materi kepada peserta seminar.

David memaparkan berbagai program unggulan Badan Pangan Nasional seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), Kios Pangan, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), dan Rumah Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh pangan yang berkualitas dengan harga terjangkau.

Dalam kegiatan yang digelar selama tiga hari pada 24-26 Oktober ini, ia tidak hanya menjelaskan tentang aspek kebijakan, namun juga memberikan edukasi praktis tentang penerapan prinsip B2SA dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat untuk kembali pada pangan lokal seperti jagung, singkong, sagu, dan umbi-umbian sebagai alternatif karbohidrat sehat. Menurutnya, diversifikasi pangan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendorong ekonomi lokal dan melestarikan budaya kuliner Nusantara.

Selain David, hadir sebagai pemateri dalam seminar ini adalah Sekretaris Komisi PSE Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Aegidius Eko Aldilanto O.Carm dan Koordinator Kerasulan Sosial Konferensi Yesuit Asia Pasifik (JCAP) sekalighus Ketua Komis PSE Keuskupan Agung Jakarta, Romo Adrianus Suyadi SJ.

**Fr. Bednadetus Aprilyanto

Foto: Komsos KAPal

Leave a Reply

Your email address will not be published.