Romo Andreas Suparman SCJ: Uskup Sudarso Beri Teladan Hidup yang Luar Biasa

Wong Palembang  ngomong  life begins at 40, hidup dimulai pada 40 tahun.  Tetapi inilah saya kira yang menjadi pengalaman hidup kami bersama dengan Mgr. Aloysius. Seolah-olah umur 80 tahun ini menjadi awal kembali hidupnya yang lebih bermutu lagi.  Kami merasakan kehadiran Monsinyur ini di tengah-tengah kami, Kongregasi SCJ, sungguh memberikan suatu teladan kehidupan yang luar biasa.”

Demikian diungkapkan oleh Superior Provinsial SCJ Indonesia, Romo Andreas Suparman SCJ dalam sambutannya pada Perayaan Syukur Ulang Tahun Kelahiran ke- 80 dan Ulang Tahun Imamat ke- 53, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ di Xaverius Centrum Studiorum Palembang, Minggu (14/12/2025) siang.

Superior Provinsial SCJ Indonesia, Romo Andreas Suparman SCJ | Foto: Komsos KAPal

Dalam perayaan yang dihadiri Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Uskup Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko OFM, Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Romo Fredy Taruk, sejumlah pejabat pemerintahan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta ratusan undangan ini, Romo Suparman juga mengungkapkan kekagumannya atas teladan hidup Bapa Uskup Sudarso. Meski telah berusia 80 tahun, menurutnya Bapa Uskup Sudarso tetap menginspirasi banyak orang.

“Kalau dulu mungkin ketika 40 tahun memulai hidupnya dengan kuasa, dalam  arti dulu kepemimpinannya luar biasa dengan pengetahuannya dan segala hal yang hebat, tetapi sekarang 80 tahun ini memulainya dengan hidup yang sungguh-sungguh sejati, menawarkan teladan kehidupan rohani bagi kami dan ini menjadi suatu sumbangan yang luar biasa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dehonian yang pernah berkarya di Departemen Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia ini juga menuturkan 3 hal penting yang dimiliki dan hidupi oleh Mgr. Sudarso, yaitu Simple (Sederhana), Cordial (Memiliki hati),dan Holy (Suci). Menurutnya, hidup Bapa Uskup Sudarso sangat sederhana dalam banyak hal, ia memiliki hati yang terbuka kepada siapapun juga, terutama kepada orang-orang yang lemah dan kecil. Hal ini menunjukkan bahwa hatinya seperti hati Tuhan sendiri, yang tergerak  oleh belas kasihan dan selalu terbuka. Ia juga memberi teladan hidup suci, mempersatukan pengalaman-pengalaman hidupnya, yang dihayati, dan dikerjakan  pada Allah sendiri.

Seraya mengucapkan terima kasih kepada Mgr. Sudarso yang sudah memberikan teladan istimewa bagi Kongregasi SCJ dan bagi seluruh umat, imam yang pernah berkarya sebagai formator di Seminari Menengah St. Paulus Palembang ini juga berterima kasih kepada  Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono dan para uskup di KWI atas segala dukungan yang diberikan kepada Bapa Uskup Sudarso sehingga ia tetap boleh ambil bagian dalam pelayanan dengan semangat yang luar biasa.

Ia juga berterima kasih kepada Romo Fredy yang setia mendampingi Mgr. Sudarso dalam pelayanan bersama Caritas Indonesia, juga atas dukungan dari seluruh umat, sahabat-sahabat lintas agama dan pemerintahan yang sudah menjadikan hidupnya semakin berharga. “Dukungan kita semua, tentu saja memberikan  sumbangan istimewa bagi Bapa Uskup sekaligus juga menunjukkan kepada kita sekali lagi, keterbukaan Bapa Uskup kepada siapapun juga sehingga tetap mampu mempersembahkan hidupnya lebih banyak lagi,” tutupnya.

**B. Endah Tri L (Kontributor Palembang)

Leave a Reply

Your email address will not be published.