Renungan Harian Jumat, 16 Januari 2026

1Sam. 8:4-7,10-22a; Mzm. 89:16-17,18-19; Mrk. 2:1-12; BcO Kej 6:5-22; 7:17-24; (H)

Yesus menyembuhkan orang yang lumpuh.

Iman yang Menyembuhkan

Saudara-saudari terkasih, Injil hari ini mengisahkan Yesus yang mengajar di Kapernaum dan menyembuhkan seorang lumpuh. Orang lumpuh itu dibawa ke hadapan Yesus dengan cara yang tidak biasa. Karena orang banyak memenuhi rumah, mereka yang membawanya tidak menyerah. Dengan penuh tekad, mereka naik ke atas atap, membukanya, lalu menurunkan orang lumpuh itu tepat di hadapan Yesus. Melihat iman mereka, Yesus berkata kepada orang itu, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Kisah ini mengajarkan kepada kita makna iman yang aktif serta kepedulian yang nyata terhadap sesama.

Keempat orang dalam Injil ini tidak hanya percaya dalam hati, tetapi juga bertindak secara kreatif dan penuh keberanian. Mereka tidak berhenti ketika menghadapi rintangan, melainkan mencari jalan lain saat jalan utama tertutup. Iman sejati bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata yang diwujudkan dalam usaha dan ketekunan. Dalam hidup kita, sering kali kita pun berhadapan dengan “kerumunan” dan “pintu-pintu yang tertutup”: persoalan ekonomi, sakit penyakit, masalah keluarga, pekerjaan, atau kekecewaan hidup. Injil hari ini mengajak kita untuk tidak menyerah, sebab bersama Tuhan selalu ada jalan, meskipun sering kali tidak seperti yang kita bayangkan.

Selain iman yang aktif, kisah ini juga mengajarkan kita tentang kepedulian terhadap sesama. Orang lumpuh itu tidak datang sendirian; ia diantar oleh teman-temannya. Tanpa mereka, mungkin ia tidak pernah sampai kepada Yesus. Hal ini mengingatkan kita bahwa kita dipanggil untuk saling menolong dan saling menguatkan. Di sekitar kita, ada banyak orang yang “lumpuh” secara batin: lelah, putus asa, terluka, atau kehilangan harapan. Tuhan mengundang kita untuk menjadi sahabat yang peduli, yang mau mengangkat, menopang, dan membawa mereka kepada-Nya melalui doa, perhatian, dan kehadiran yang tulus.

Marilah kita belajar dari keempat orang yang penuh iman dan kasih ini. Mari kita menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah, yang berani bertindak, dan yang peduli terhadap sesama. Dengan iman yang hidup dan kasih yang nyata, kita pun dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan bagi orang-orang di sekitar kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

**Fr. Ignasius Seda-Tingkat I

Foto: Pinterest

Leave a Reply

Your email address will not be published.