1Ptr. 1:18-25; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Mrk. 10:32-45. BcO 1Tim. 1:18–2:15.
Melayani dengan Rendah Hati

Saudara-saudari terkasih, bacaan hari ini mengajak kita untuk berani menjadi semakin rendah hati dan mempunyai semangat untuk melayani. Dalam Surat Pertama Rasul Petrus, kita diingatkan bahwa penebusan yang diperoleh oleh umat manusia bukan melalui barang fana seperti perak dan emas melainkan dengan darah Kristus sendiri. Berkat penebusan inilah kita diajak untuk menjadi satu saudara yang dipenuh dengan kasih. Maka dari itu, Rasul Petrus dalam bacaan hari ini menegaskan: “hendaklah kali sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati.” Ajakan ini sangat konkret bagi kita semua umat Kristiani.
Selanjutnya dalam bacaan Injil hari ini kita melihat bahwa para murid pun terkadang jatuh pada ambisi pribadi. Yakobus dan Yohanes justru meminta tempat terhormat dalam kerajaan-Nya. Mereka membayangkan Mesias sebagai raja duniawi yang akan membebaskan Israel dari penjajahan dan mendirikan kerajaan politik. Pengalaman para murid seringkali juga menjadi cermin bagi kita. Kita pun terkadang juga belum sepenuhnya memahami jalan Tuhan.
Yesus kemudian menegaskan makna sejati menjadi murid-Nya: “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu dan barangsiapa ingin terkemuka, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” Yesus memberi teladan dengan hidup-Nya sendiri yang datang untuk melayani bukan untuk dilayani dan menjadi tebusan untuk banyak orang. Semoga lewat bacaan hari ini kita semakin mampu untuk menjadi semakin rendah hati dan memiliki semangat melayani seperti Yesus sendiri. Semoga kita semakin diteguhkan untuk semakin setia menjadi pengikut Kristus yang tangguh dalam menghadapi kehidupan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Yohanes Wahyu Vega (Tingkat IV)
