Kisah panggilan Fr. Yohanes Siapril Purba SCJ bermula dari sebuah kerinduan sederhana seorang anak kelas 5 SD yang kagum setiap kali melihat Pastor datang ke stasinya. Fr. April, demikian ia disapa, lahir di Perawang, 19 April 1998, dari pasangan (Alm) Kartianus Purba dan Erdina Simbolon. Ia berasal dari Paroki St. Yohanes Pembaptis Perawang, Riau, Keuskupan Padang.

Panggilan itu tidak serta merta datang. Mulanya ia membiasakan diri untuk rajin ke gereja. Salah satu motivasi terbesarnya untuk rajin ke gereja adalah harapan agar ayahnya juga tergerak hatinya untuk ikut beribadah. Setelah menerima komuni pertama, doa utamanya hanya satu: “Saya ingin melayani Gereja”. Ada kisah menarik yang mengiringi perjalanan panggilannya menjadi imam. Lucunya, karena kuatnya keinginan tersebut, kakaknya sampai menuliskan kata “Pastor” di lemari pakaian karena Siapril kecil sering mengungkapkan cita-citanya itu.
Perjalanan ini tidak selalu mudah; ia harus belajar mencintai dan melepaskan masa mudanya demi panggilan yang lebih besar. Dukungan luar biasa datang dari sang ayah yang berpesan, “Jika kamu memang mau menjadi Pastor, maka tekuni dengan baik dan jangan menoleh ke belakang,” sebuah kalimat yang menguatkan langkahnya menuju seminari.Ia kemudian menjalani masa pembinaan sebagai calon imam di Seminari Menengah St. Paulus Palembang dan memutuskan masuk Kongregasi SCJ. Ia ingin melayani Gereja dalam berbagai budaya dan latar belakang.
Dari Palembang perjalanan berlanjut ke Postulat dan Novisiat St. Yohanes Gisting serta studi filsafat teologi di Yogyakarta. Selama masa pendidikan yang panjang, Fr. April telah melewati berbagai ujian kesetiaan, termasuk saat menjalani masa Tahun Orientasi Pastoral dan Panggilan (TOPP) di Paroki St. Gregorius Agung Jambi dan masa Pendalaman Pastoral di Paroki St. Andreas Rasul Mesuji, Lampung. Dengan motto “Berusaha Berbuah di mana pun berada”, ia kini mantap melangkah menuju tahapan Diakonat. Baginya, panggilan adalah mukjizat yang terjadi ketika kehendak manusia bertemu dengan kehendak Allah.
***TJK (Redaksi)
