Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu Selenggarakan Seminar Kesehatan, Dorong Generasi Sehat Tanpa Stunting

Dalam rangka perayaan 100th, Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu menggelar seminar kesehatan bertema “Generasi Sehat Tanpa Stunting” pada Minggu (25/1/2026) pagi. Kegiatan yang diikuti 61 peserta yang terdiri dari umat paroki khususnya orang tua muda dan ibu hamil ini menghadirkan dr. Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM sebagai pembicara.

dr. Betty Yosephin Simanjuntak, SKM, MKM menjadi pembicara dalam Seminar Kesehatan.
| Foto: KOMSOS Paroki St. Yohanes Penginjil, Bengkulu

Seminar yang diselenggagakan dalam kolaborasi antara Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi, Seksi Kesehatan, dan Pansos Bodronoyo cabang Bengkulu ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Gereja terhadap kesehatan ibu dan anak. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting serta langkah-langkah pencegahannya sejak dini. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang dapat berdampak pada perkembangan fisik, kecerdasan, dan kualitas hidup anak di masa depan.

Dalam paparannya dr. Betty mengedukasi peserta tentang pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang, perawatan kesehatan ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, serta pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Selain itu, ia juga menegaskan tentang pentingnya membangun serta membiasakan  pola hidup bersih dan sehat dalam keluarga. Menurutnya, keluarga, memiliki peran yang penting dalam mewujudkan pola hidup sehat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Pasangan muda tampak antusias mengikuti seminar kesehatan.
| Foto: KOMSOS Paroki St. Yohanes Penginjil, Bengkulu

Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Berbagai pertanyaan diajukan seputar pola makan anak, pencegahan kekurangan gizi, hingga peran orang tua dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Pastor Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu,  Romo Paulus Sarmono SCJ menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari komitmen paroki dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Gereja diharapkan dapat menjadi ruang edukasi dan pendampingan bagi umat dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga,”  ungkapnya.

Pastor Paroki St. Yohanes Penginjil Bengkulu, Romo Paulus Sarmono SCJ menyampaikan sambutannya.
| Foto: KOMSOS Paroki St. Yohanes Penginjil, Bengkulu

Melalui kegiatan seminar kesehatan ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Upaya bersama yang berkelanjutan diyakini mampu mewujudkan generasi sehat tanpa stunting sebagai fondasi masa depan bangsa yang lebih sejahtera.

***Eduardus Kristiawan (KOMSOS Paroki St. Yohanes Penginjil, Bengkulu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.