Membangun Chemistry di Perbatasan: Harapan Baru Umat Katolik di Way Kanan, Lampung

Suasana di Gereja Stasi St. Simon Tadeus Pakuaji, Minggu (25/1/2026) pagi, terasa begitu istimewa. Bukan sekadar ibadah rutin, ratusan umat dari delapan stasi di wilayah Way Kanan berkumpul melampaui batas jarak demi satu kerinduan: merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam semangat persaudaraan yang baru.

Perayaan yang Hangat dan Meriah

Kemeriahan sudah terasa sejak awal saat rombongan imam disambut tarian khas Bali yang anggun. Perayaan Ekaristi ini dipimpin langsung oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Kristianto, didampingi Pastor Paroki Trinitas Bangunsari, Romo Emilianus Etrodismas SCJ dan Rm. Leonardus Ari Wardana SCJ.

Umat yang datang berasal dari 8 stasi, yaitu Stasi PSMI, Karangsari, Saptorenggo yang dilayani, dan Stasi Pisang Indah, Wonoharjo, Runyai, Sukabumi, dan Pakuaji. Stasi-stasi ini dilayani oleh dua paroki, yakni Paroki St. Maria Assumpta Mojosari BK 9 Belitang dan  Paroki Trinitas Bangunsari BK III Buay Madang.

Umat yang menghadiri perayaan natal dan tahun baru bersama. | Foto: Komsos Paroki Trinitas Bangunsari

Dalam homilinya, Rm. Kristianto menekankan pentingnya membangun “chemistry” atau kedekatan emosional antarumat. Beliau mengingatkan bahwa momen ini bukan sekadar kumpul-kumpul, melainkan langkah nyata membangun harapan bersama untuk masa depan wilayah mereka.

“Semangat membangun persatuan dan persaudaraan di antara umat perlu diciptakan diantara umat apalagi dalam rangka menuju pemekaran wilayah Gerejani yang baru, baik itu unit Pastoral, Kuasi Paroki atau apapun istilahnya nanti yang mau dibentuk”, ungkap Romo Kristianto. Beliau juga mengajak umat untuk belajar dari Jemaat Korintus agar tidak terkotak-kotak, melainkan tetap satu di dalam Kristus.

Lebih lanjut, Romo Kristianto juga mengajak umat belajar untuk mengikuti Kristus dengan membangun sikap tobat dan pembaharuan hidup.

Pastor Paroki Trinitas Bangunsari, Romo Emilianus Etrodismas SCJ. | Foto: Komsos Paroki Trinitas Bangunsari

Menuju Kemandirian Pelayanan

Letak geografis stasi yang berada di perbatasan Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan membuat pelayanan rohani memerlukan waktu tempuh yang relatif lama dari pusat paroki. Perjumpaan dalam perayaan istimewa ini menjadi sangat penting, karena kedelapan stasi tersebut sedang dalam proses wacana pemekaran menjadi pos pelayanan atau unit pastoral.

Rencana pemekaran ini bertujuan agar pelayanan pastoral menjadi lebih efektif, mendekatkan imam dengan umat dan umat dengan imamnya, dan umat mendapatkan pembinaan rohani yang lebih baik. Wacana ini telah dibahas bersama oleh Kuria Keuskupan Agung Palembang dan Keuskupan Tanjungkarang, Lampung.

Ramah tamah setelah Perayaan Ekaristi | Foto: Komsos Paroki Trinitas Bangunsari

Pulang dengan Sukacita

Acara tidak berhenti di altar. Setelah misa, suasana semakin akrab dengan santap siang bersama dan pentas seni dari anak-anak BIA/BIR serta remaja. Meski perjalanan pulang mungkin melelahkan, kerinduan akan kebersamaan telah terobati. Umat pulang dengan membawa semangat baru: bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam membangun Gereja di wilayah Way Kanan.

***Romo Leonardus Ari Wardana SCJ dan Tim Komsos Paroki Bangunsari

Leave a Reply

Your email address will not be published.