Washington, D.C., 2 Jun 2022 – Paus Fransiskus telah mengumumkan bahwa ujud doanya untuk bulan Juni adalah keluarga.
Pilihannya tepat, karena keluarga dari seluruh dunia akan berkumpul di Roma akhir bulan ini untuk Pertemuan Keluarga Sedunia pada 22-26 Juni. Ujud doa paus pada bulan Mei adalah kaum muda.

“Mari kita berdoa untuk keluarga Kristiani di seluruh dunia; semoga setiap keluarga mewujudkan dan mengalami cinta tanpa syarat, dan maju dalam kekudusan dalam kehidupan sehari-hari mereka,” kata Paus Fransiskus dalam pesan video yang dirilis 2 Juni.
Paus menggambarkan keluarga sebagai “tempat di mana kita belajar untuk hidup satu sama lain, untuk hidup dengan orang-orang muda dan mereka yang lebih tua.”
Sementara cinta keluarga dapat memberi kita “jalan kesucian pribadi,” paus juga menekankan bahwa “tidak ada keluarga yang sempurna.”
Namun keluarga tidak boleh merasa putus asa tentang perjuangan yang mereka hadapi, tambahnya.
“Jangan lupa bahwa Tuhan bersama kita: Dalam keluarga kita, lingkungan kita, dalam kota tempat kita tinggal, Dia bersama kita. Dan Dia menjaga kita. Dia tetap bersama kita setiap saat dalam goyangan perahu yang terombang-ambing di laut: ketika kita berdebat, ketika kita menderita, dan ketika kita bersukacita,” kata Paus Fransiskus.
Video tersebut adalah bagian dari seri yang dibuat oleh Jaringan Doa Seluruh Dunia Paus bekerja sama dengan Dikasteri untuk Awam, Keluarga dan Kehidupan.
Jaringan tersebut mencatat dalam siaran pers bahwa “keluarga terus menjadi sumber makna utama dalam kehidupan banyak orang.” Jaringan tersebut menunjuk pada survei Pew Research Center pada tahun 2021 yang menanyakan orang-orang di 17 negara tentang apa yang paling berarti bagi hidup mereka. Sebagian besar menempatkan keluarga mereka di urutan pertama, di atas karier, kesehatan, atau kesejahteraan mereka.
Pastor Frédéric Fornos, S.J., direktur internasional jaringan doa, mengamati dalam siaran pers bahwa paus menyoroti bahwa “keluarga adalah tempat di mana kita belajar untuk hidup dalam perbedaan.”
“Bertemu dengan orang-orang yang berbeda adalah kekayaan, bukan ancaman. Di dunia sekarang ini, tampaknya perbedaan menciptakan konfrontasi, padahal seharusnya mereka membuka jalan baru,” kata Fornos.
“Keluarga adalah tempat belajar untuk mencintai, hidup dengan perbedaan, belajar dari kesalahan, menyadari bahwa Tuhan hadir untuk membantu dan menemani kita,” kata Fornos. “Pengalaman hadirat Tuhan ini lahir dari doa; inilah mengapa penting untuk berdoa untuk ujud paus ini.” **
Catholic News Agency

melihat dan membaca berita atau informasi terkini …saya sangat tertarik.untuk itu saya ingin berlangganan info2 terkini…..