Live In Para Imam di Pulau Rimau Berakhir: Perjumpaan yang Meneguhkan dan Berharap Tumbuhnya Benih Panggilan Hidup Bakti

Foto : Komsos Kapal

Sebanyak 45 imam, 5 diakon, dan 6 frater Tahun Orientasi Pastoral (TOP) dari Keuskupan Agung Palembang (KAPal) melakukan kegiatan yang tidak biasa. Selama tiga hari, 10–12 Februari 2026, mereka meninggalkan rutinitas karya, baik di paroki maupun kategorial untuk tinggal langsung di rumah-rumah umat (live in) dalam rangka Temu Unio dan Rekoleksi.

Kegiatan ini berpusat di dua lokasi, yakni Stasi St. Lukas Wana Mukti dan Stasi St. Petrus Air Senda, Pulau Rimau yang berada dalam wilayah pelayanan Paroki St. Stefanus Talang Betutu, Palembang.

Foto : Komsos Kapal

Belajar Iman dari Perempuan Siro-Fenesia

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi meriah di Gereja Stasi St. Lukas pada Kamis (12/2/2026) siang. Misa dipimpin langsung oleh Ketua Unio KAPal, Romo Dominggus Koro, didampingi Vikaris Jenderal KAPal, Romo Yohanes Kristianto, dan Pastor Paroki setempat, Romo Willybrordus Agus Purwanto, OCarm.

Dalam homilinya yang menyentuh, Romo Dominggus mengajak umat berkaca pada sosok perempuan Siro-Fenesia dalam Injil. “Perempuan ini mengajarkan kita tentang iman yang tangguh. Meski secara budaya ia merasa tak layak, ia tetap berani datang dan percaya penuh pada Yesus. Hasilnya, anaknya sembuh. Kita pun diajak untuk bertahan dalam iman meski menghadapi berbagai tantangan,” ujar Romo Dominggus.

Saling Menguatkan dalam Kesederhanaan

Usai misa, suasana berubah haru sekaligus penuh sukacita saat para imam berbagi kesan selama tinggal di rumah umat. Bagi para imam, perjumpaan di dalam keluarga dan Komunitas Basis Gerejani (KBG) memberikan energi baru untuk semakin setia dalam pelayanan.

Hal serupa dirasakan oleh umat. Kehadiran para jubah putih di rumah-rumah umat menjadi pengalaman langka yang sangat membahagiakan. Bagi umat perjumpaan penuh persaudaraan ini menjadi penguat iman di tengah tantangan zaman. Mereka pun berharap kehadiran para imam, diakon, dan frater dapat memicu semangat anak-anak di Pulau Rimau untuk terpanggil menjadi imam, biarawan, atau biarawati.

Pesan Persaudaraan

Kepala Desa Wana Mukti, Purwanto, turut memberikan apresiasi tinggi. Ia berharap kehadiran para imam yang datang dari berbagai daerah pelayanan ini tidak hanya mempertebal iman umat Katolik, tetapi juga mempererat kerukunan antarwarga di desa.

Kepala Desa Wana Mukti, Purwanto (berkopiah) | Foto : Komsos Kapal

“Semoga kehadiran Romo semua memberi semangat bagi umat untuk terus membangun persaudaraan yang kokoh dengan seluruh masyarakat, agar hidup kita tetap aman, nyaman, dan damai,” ungkapnya.

Acara yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan ramah tamah dan makan siang bersama, mencerminkan kedekatan tanpa sekat antara gembala dan dombanya.

***TJK (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published.