Yes. 55:10-11; Mzm. 34:4-5,6-7,16-17,18-19; Mat. 6:7-15; BcO Kel 6:29-7:25.

Doa Bapa Kami
Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari ini Yesus Kristus mengajarkan kepada kita cara berdoa yang benar. Ia mengingatkan bahwa doa bukan soal banyaknya kata atau panjangnya ucapan, melainkan tentang hati yang tulus dan penuh kepercayaan kepada Allah. Bapa di surga telah mengetahui kebutuhan kita, maka doa seharusnya menjadi ungkapan iman, syukur, dan penyerahan diri, bukan sekadar daftar permintaan.
Melalui Doa Bapa Kami, Yesus mengajak kita memusatkan hidup kepada Allah: memuliakan nama-Nya, mencari kehendak-Nya, dan berharap pada penyelenggaraan-Nya setiap hari. Kita diajar untuk memohon rezeki secukupnya, memohon pengampunan, serta meminta kekuatan agar tidak jatuh ke dalam pencobaan. Yesus juga menegaskan bahwa pengampunan Allah selalu terkait dengan kesediaan kita untuk mengampuni sesama dengan tulus.
Masa Prapaskah ini menjadi kesempatan berharga untuk memperbarui hidup doa dan sikap hati kita. Tuhan mengundang kita untuk berdoa dengan sederhana, hidup lebih rendah hati, serta berani berdamai dan mengampuni. Doa yang sejati bukan hanya diucapkan dengan bibir, tetapi diwujudkan dalam sikap hidup yang penuh kasih dan kerendahan hati.
Semoga melalui doa yang tulus dan hati yang rela mengampuni, hidup kita semakin dekat dengan Tuhan dan semakin mencerminkan kasih-Nya dalam keseharian. Marilah kita setia membangun relasi dengan Allah dalam doa dan dengan sesama dalam kasih. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
**Fr. Yustinus Irvan–Tingkat II
Foto: Pinterest
