Ratusan umat Paroki Katedral Santa Maria Palembang memadati Taman Doa Via Crucis Sukamoro pada Minggu (22/02/2026). Kegiatan ini digelar sebagai salah agenda dalam rangka mengisi Tahun Devosional sekaligus momen pendalaman iman memasuki masa Prapaskah.
Rangkaian acara dibuka dengan ibadat Jalan Salib yang dipandu oleh Sr. Mariati CB bersama para petugas. Di bawah terik matahari yang melambangkan semangat pengorbanan, umat diajak menyusuri setiap perhentian untuk merenungkan sengsara dan wafat Yesus Kristus demi menebus dosa manusia.

Jalan Salib ini bukan sekadar tradisi rutin masa Prapaskah, namun menjadi sarana bagi umat untuk menumbuhkan kesadaran diri akan dosa, mengasah kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan, dan menghayati pengorbanan salib secara lebih mendalam.
Berjaga-jagalah dan Berdoa
Setelah Jalan Salib, kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi bersama yang dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral, Romo Markus Edi Sucipto, didampingi oleh Romo Petrus Sukino. Dalam khotbahnya Romo Markus menekankan tema Tahun Devosional, yaitu Berjaga-jagalah dan Berdoalah. Beliau mengajak umat untuk memperkuat kehidupan rohani, baik secara pribadi maupun komunitas.

“Jangan menjadikan pantang sebagai hal yang buruk. Berpuasa dan berpantanglah dengan diiringi doa dan niat dari hati pribadi masing-masing,” pesan Romo Markus kepada seluruh umat yang hadir.
Aksi Nyata di Masa Prapaskah
Lebih lanjut, Romo Markus mendorong umat untuk menjadikan masa Prapaskah selama 40 hari ini sebagai momentum perubahan diri. Selain tekun dalam Ekaristi, umat juga diajak untuk rutin mengunjungi sarana devosi, seperti Via Crucis Sukamoro, sebagai bentuk aksi nyata dalam berkomunikasi dengan Tuhan.
Melalui sinergi antara devosi dan disiplin diri dalam berpantang, umat diharapkan mampu bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Sang Pencipta.
***Erika Nainggolan (Komsos Paroki Katedral St. Maria)
