Suasana khidmat sekaligus penuh sukacita mewarnai kegiatan Kirab Salib KYD 2026 yang berlangsung pada Minggu (8/2/2026) pagi di Gereja Katolik St. Maria Tugumulyo. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 Orang Muda Katolik (OMK) dari Paroki St. Maria Bunda Allah Tugumulyo bersama OMK Paroki Penyelenggaraan Ilahi Lubuk Linggau yang hadir dengan antusias dan semangat kebersamaan.

Sebelum Perayaan Ekaristi dimulai, OMK Lubuk Linggau terlebih dahulu mengadakan perarakan Salib KYD. Dalam suasana doa dan nyanyian rohani, salib diarak dengan penuh hormat, kemudian diserahkan kepada OMK Stamamulya. Prosesi berlangsung tertib dan penuh penghayatan, menciptakan suasana reflektif yang mendalam. Momen ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk merenungkan perjalanan hidup, menyatukan pergumulan, harapan, serta rasa syukur dalam terang makna salib Kristus.

Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 07.30 WIB dipimpin oleh Romo Andreas Suko, SCJ bersama Romo Albertus Joni, SCJ yang akrab disapa Romo Koko, SCJ. Dalam pengantarnya, disampaikan bahwa kirab salib merupakan tanda iman yang menyertai perjalanan rohani Orang Muda Katolik. Simbol Salib KAPal Youth Day mengingatkan bahwa iman tidak hanya dihayati secara pribadi, tetapi juga diwujudkan melalui kasih, persaudaraan, dan keterlibatan nyata dalam kehidupan bersama.
Usai perayaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dinamika iman bersama Rm. Koko, SCJ. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Rm. Koko mengajak peserta untuk memahami makna salib secara lebih mendalam dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa iman tidak boleh berhenti pada simbol, tetapi harus nyata dalam tindakan kasih. Orang Muda Katolik diajak untuk menerjemahkan semangat kirab salib dalam hidup konkret: saling menguatkan, tidak mudah menghakimi, serta aktif terlibat dalam kehidupan menggereja. Kebersamaan yang telah dibangun juga diharapkan terus dipelihara melalui pelayanan dan perhatian terhadap sesama.

Sesi dinamika berlangsung interaktif, diselingi tanya jawab dan sharing pengalaman iman dari beberapa peserta. Banyak OMK mengaku merasa dikuatkan dan diteguhkan kembali dalam panggilan hidupnya sebagai murid Kristus. Suasana akrab yang tercipta semakin mempererat rasa persaudaraan di antara para peserta.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa dan berkat dari Rm. Andreas Suko, SCJ pada pukul 16.00 WIB. Secara keseluruhan, acara berjalan lancar, tertib, dan penuh makna. Kirab Salib serta dinamika iman ini bukan sekadar agenda rohani, tetapi menjadi momentum pembaruan semangat bagi Orang Muda Katolik untuk semakin setia memanggul salib bersama Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat yang dibawa pulang dari pertemuan ini diharapkan terus hidup: menjadi rekan muda Katolik yang berani dalam iman, setia dalam pelayanan, dan tulus dalam mengasihi sesama — menjadi garam dan terang di mana pun berada.
***Natasya (Kontributor Lubuklinggau)
