Dari Devosi Menuju Aksi Pastoral: Imam dan Umat KAPal Bersama Wujudkan Paroki Tanggap Bencana

Foto bersama seusai sesi I. | Foto: Komsos KAPal

Keuskupan Agung Palembang (KAPal) menegaskan komitmennya bahwa iman harus berbuah tindakan nyata. Hal ini terwujud dalam pertemuan Hari Studi Imam yang digelar di Wismalat Podomoro, Banyuasin, pada 3-5 Maret 2026.

Dengan mengusung tema “Dari Devosi Menuju Aksi Pastoral: Paroki Tanggap Bencana dan Kaderisasi Demi Gereja yang Berdaya”, ratusan peserta yang terdiri dari imam, biarawan-biarawati, hingga utusan umat berkumpul untuk merancang strategi penguatan Gereja. Fokus utamanya adalah membangun paroki yang tangguh menghadapi bencana serta memperkuat kaderisasi demi masa depan Gereja yang lebih berdaya.

Niat Baik Saja Tidak Cukup

Dalam sesi pertama yang menghadirkan Frans Rudy Raka dari Caritas Indonesia, ditekankan bahwa pelayanan kemanusiaan memerlukan profesionalitas. Frans mengingatkan bahwa wilayah Sumatera Selatan memiliki kerawanan bencana yang nyata. Oleh karena itu, paroki tidak boleh hanya hadir saat keadaan darurat, tetapi harus aktif sejak tahap pencegahan dan pengurangan risiko.

Frans Rudy Raka dari Caritas Indonesia. | Foto: Komsos KAPal

“Niat baik saja tidak cukup. Tanpa koordinasi dan pengelolaan sumber daya yang profesional, niat baik justru bisa menimbulkan persoalan baru,” tegas Frans di hadapan para peserta.

Gereja yang Menyentuh Masyarakat

Uskup Emeritus KAPal sekaligus Ketua Caritas Indonesia, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ, turut memberikan penekanan penting. Beliau menyatakan bahwa Gereja dipanggil untuk keluar dan menyentuh masyarakat luas. Gerakan ini bukan sekadar program kerja, melainkan bentuk tanggung jawab moral umat kristiani terhadap keselamatan sesama dan kelestarian lingkungan hidup.

Ketua Caritas Indonesia, Mgr. Aloysius Sudarso SCJ. | Foto: Komsos KAPal

Gerakan Bersama Lima Dekanat

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh perwakilan dari lima dekanat, yaitu Palembang, Belitang, Jambi, Bengkulu, dan Lubuk Linggau. Melalui diskusi dan studi bersama ini, diharapkan setiap paroki mampu menjadi komunitas yang solider dan siap sedia menjadi pelindung bagi warga yang terdampak bencana.

Mgr. Harun bersama Frans Rudy Raka dan Romo Nugroho SCJ. | Foto: Komsos KAPal

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Keuskupan Agung Palembang untuk bertransformasi, menjadikan doa dan devosi sebagai bahan bakar untuk aksi pastoral yang nyata dan menyentuh akar rumput.

***Diakon Bednadetus Aprilyanto

Leave a Reply

Your email address will not be published.