Hos. 14:2-10; Mzm. 51:3-4,8-9,12-13,14,17; Mat. 10:16-23
Cerdik dan Tulus

Saudara-saudari yang terkasih, dalam Injil hari ini Yesus mengutus murid-murid-Nya dengan peringatan yang tegas “Aku menyuruh kamu seperti domba di tengah-tengah serigala, oleh karena itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”. Yesus tidak menutup mata bahwa pemberitaan kebenaran menghadirkan risiko penganiayaan, tuntutan, pengkhianatan bahkan sampai kehadiran di hadapan pemerintahan. Namun di tengah ancaman itu, Dia memanggil mereka untuk tetap setia bukan dengan kekerasan atau kepura-puraan, melainkan dengan kebijaksanaan dan ketulusan hati.
Saat ini kita hidup dalam zaman digital, saat berita, video, dan gosip dapat menyebar viral dalam waktu singkat. Fenomena viral seringkali menyederhanakan kisah manusia menjadi headline, kadang memuat setengah fakta, tuduhan, atau hukuman sosial sebelum kebenaran diuji. Dalam konteks munculnya kasus-kasus hukum yang menjadi konsumsi publik, nasihat Injil menjadi sangat relevan.
Pertama, cerdik seperti ular ini Yesus mengajak kita agar menggunakan hati dan kebijaksanaan untuk mewujudkan hidup yang baik. Artinya, jangan cepat menyebarkan berita tanpa memeriksa kebenarannya. Kecerdikan juga menuntut kita berpihak pada keadilan, bukan pada emosi massa yang mudah terpancing.
Kedua, tulus seperti merpati, kita dipanggil menjaga kemurnian niat dan tidak membiarkan kebencian, iri, atau keinginan untuk balas dendam menguasai tindakan kita. Membela kebenaran justru dilakukan dengan belas kasih, menghormati martabat sesama, termasuk orang yang sedang dituduh.
Ketiga, keberanian dalam kebenaran, Yesus berkata bahwa murid akan dibawa ke penguasa, tetapi Roh akan memberi kata-kata. Bagi kita yang menjadi saksi, beranilah berbicara bila diperlukan, namun biarlah perkataan itu dipenuhi kebenaran, sopan, dan sesuai fakta. Hindari ikut-ikutan menghukum orang sebelum ada kepastian karena itu merusak bukan hanya individu tetapi juga masyarakat kita. Mari belajar untuk hadir menjadi berkat dan sukacita bagi banyak orang. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Antonius Vianto J.A.R.
