Kis. 16:22-34; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Yoh. 16:5-11. BcO Kis. 21:17-36.
Setia Kendati Lemah

Saudara-saudari, manusia hidup diliputi berbagai macam fenomena atau pengalaman yang menguatkan maupun yang melemahkan. Suatu ketika saya mengalami peristiwa kehilangan yang begitu dalam, kehilangan sosok ibu yang saya cintai. Saya tidak pernah berpikir bahwa akan mengalami hal yang paling menyayat ini. Inilah pengalaman yang paling gelap yang dialami manusia, yakni kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Saya membutuhkan waktu yang lama untuk menerima dan menyembuhkan luka yang saya alami. Untuk dapat menerima semuanya itu, kita diajak agar tidak mengabaikan kepercayaan kita kepada Tuhan yang menyelamatkan dan menyembuhkan. Namun terkadang kita sering menyalahkan-Nya, bahkan mulai tidak percaya kepada-Nya. Saya mampu menerima dan sembuh karena mendapatkan titik terang, yakni menjalin relasi yang utuh dengan-Nya dan membangun percakapan dalam doa terhadap sosok yang meninggalkan kita agar memperoleh hidup yang kekal.
Saudara-saudari terkasih, dalam situasi apapun kita diajak untuk tetap berpegang teguh pada kehendak Tuhan. Paulus dan Silas yang berada dalam situasi tergelap yang mereka alami, tetap percaya kepada-Nya dalam doa dan puji-pujian kepada-Nya. Mereka percaya bahwa Allah hadir dalam situasi apapun dan menyelamatkan mereka dengan cara-Nya. Kadang-kadang kita merasa bahwa Tuhan meninggalkan kita, lalu mulai tidak percaya kepada-Nya, tetapi lihatlah yang dialami oleh Paulus dan Silas, mereka diselamatkan, disembuhkan, dilepaskan dari keputusasaan karena mereka tetap pada keyakinan bahwa Tuhan akan membantu mereka. Kita dapat belajar dari pengalaman iman Paulus dan Silas, pengalaman perjumpaan dengan Tuhan yang nyata dalam situasi sulit mereka. Ketika kita percaya, mukjizat-Nya itu nyata.
Hal ini sangat berkaitan dengan pesan Tuhan Yesus dalam Injil hari ini. Yesus berkata bahwa lebih baik Ia pergi, karena jika Ia tidak pergi, Penghibur, yaitu Roh Kudus, tidak akan datang. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman” (Yoh 16:7-8). Dosa di sini bukan hanya soal kesalahan moral, tetapi terutama dosa karena tidak percaya kepada Yesus (Yoh 16:9). Kebenaran adalah bahwa Yesus yang menderita itu justru menang dan kembali kepada Bapa (Yoh 16:10). Dan penghakiman adalah bahwa kuasa jahat, penguasa dunia ini, sudah dijatuhi hukuman (Yoh 16:11).
Saudara-saudari terkasih, Roh Kudus datang untuk membuka mata hati kita, untuk membongkar kebohongan yang mengatakan bahwa penderitaan berarti kekalahan. Roh Kudus meyakinkan kita bahwa saat kita menderita karena melakukan kebenaran, kita justru berada dalam kemenangan dan kebangkitan, sama seperti Paulus dan Silas. ). Dalam situasi kelemahan atau situasi gelap dalam hidup kita, tetaplah mempertahankan iman kita kepada Allah yang menyelamatkan dan membebaskan kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Alexander Krisman (Tingkat VI)
