Para Imam, Biarawan dan Biarawati Dekanat Palembang Ikuti Rekoleksi: Belajar dari ‘Fiat’ Maria

Para romo dan suster dekanat Palembang mengikuti rekoleksi di Sanfrades. | Foto: Komsos KAPal

PALEMBANG – Suasana khidmat menyelimuti Aula Paroki St. Fransiskus de Sales (Sanfrades) Palembang pada Selasa (12/5/2026). Puluhan imam, biarawan, dan biarawati yang berkarya di wilayah Dekanat Palembang berkumpul bersama untuk mengikuti kegiatan Rekoleksi Bulanan.

Dalam rekoleksi yang menjadi momen jeda sejenak dari rutinitas pelayanan ini, Pastor Paroki Sanfrades, Romo Petrus Haryanto SCJ hadir sebagai pemateri. Mengangkat tema besar “Maria Bunda Para Imam: Menjadi Pelayan Seperti Kristus dengan Hati Maria”, Romo Haryanto mengajak para peserta untuk meneladani kedekatan Bunda Maria dengan Allah sebagai fondasi dalam menjalani panggilan dan tugas perutusan.

Romo Petrus Haryanto SCJ memberikan rekoleksi. | Foto: Komsos KAPal

“Marilah kita hidup seperti Bunda Maria; hanya mencintai Allah, menginginkan Allah, dan hanya ingin menyenangkan Allah dalam setiap perbuatan kita,” ujarnya mengutip pesan Santo Yohanes Maria Vianney.

Dalam paparannya, imam dehonian yang pernah menjadi formator di Seminari Menengah st. Paulus Palembang ini menekankan pentingnya “Dimensi Mariawi” dalam hidup imamat dan membiara. Ia menjelaskan tiga fase utama Maria yang patut direnungkan: saat Maria mengandung Yesus, kesetiaannya mendampingi kurban salib di Bukit Golgota, hingga kehadirannya saat kelahiran Gereja.

Rekoleksi dekanat Palembang. | Foto: Komsos KAPal

Pesan paling kuat dalam rekoleksi ini adalah tentang Fiat Maria, yaitu sikap penyerahan diri total kepada kehendak Tuhan. Romo Haryanto mengingatkan bahwa tanpa semangat penyerahan diri yang diperbaharui setiap hari, pelayanan seorang imam atau biarawan berisiko menjadi hambar.

“Jika kedalaman rohani hilang, maka ketaatan hanya akan menjadi rutinitas, pewartaan terasa kosong, dan pelayanan justru akan menjadi beban yang dijalankan tanpa sukacita,” tegasnya.

Melalui rekoleksi ini, diharapkan para imam dan religius di Dekanat Palembang dapat kembali ke medan karya dengan semangat baru, melayani umat dengan hati yang lembut dan taat seperti hati Maria.

***TJK

Leave a Reply

Your email address will not be published.