Renungan Harian Jumat, 22 Mei 2026

Yak. 5:9-12; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,11-12; Mrk. 10:1-12. BcO Kis. 27:1-26.

Kesetiaan yang Tidak Terbagi

Saudara-saudari terkasih, dalam Injil hari in Yesus berbicara tentang perkawinan dan perceraian. Ketika orang Farisi bertanya untuk mencobai Dia, Yesus tidak langsung masuk dalam perdebatan hukum, tetapi mengajak mereka kembali pada rencana Allah sejak awal. Ia mengingatkan bahwa sejak semula Allah menciptakan laki-laki dan perempuan untuk menjadi “satu daging”. Artinya, relasi itu bukan sekadar ikatan lahiriah, tetapi persekutuan hidup yang utuh dan mendalam. Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Yesus menunjukkan bahwa kasih sejati menuntut kesetiaan, bukan hanya ketika mudah, tetapi juga ketika sulit.

Sering kali kita melihat hubungan hanya dari sudut pandang kenyamanan. Ketika ada masalah, pilihan untuk menyerah terasa lebih mudah daripada bertahan dan memperjuangkan. Namun Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk melihat lebih dalam: bahwa setiap relasi, entah dalam keluarga, persahabatan, maupun panggilan hidup, membutuhkan komitmen dan kesetiaan. Hati yang mudah berubah dan tidak teguh justru menjauhkan kita dari kehendak Allah. Kesetiaan bukan berarti tanpa konflik, tetapi keberanian untuk tetap bertahan, mengampuni, dan membangun kembali dengan kasih.

Saudara-saudari terkasih, sabda ini juga mengajak kita untuk bercermin pada relasi kita dengan Tuhan. Jangan-jangan kita pun sering “tidak setia”: mudah mendekat saat butuh, tetapi menjauh ketika segala sesuatu berjalan baik. Kita bisa rajin berdoa sesaat, tetapi tidak konsisten. Kita hadir dalam Ekaristi, tetapi hati kita tidak sungguh terarah kepada Tuhan. Hari ini kita diajak untuk kembali pada kesetiaan yang utuh: menempatkan Tuhan sebagai pusat hidup, dan menjaga relasi dengan-Nya seperti kita menjaga relasi yang paling berharga. Kesetiaan kecil setiap hari dalam doa, dalam pilihan hidup, dalam sikap itulah jalan menuju kekudusan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Irvan (Tingkat II)

Leave a Reply

Your email address will not be published.