Renungan Harian Rabu, 20 Mei 2026

Kis. 20:28-38; Mzm. 68:29-30,33-35a,35bc-36ab; Yoh. 17:11b-19. BcO Kis. 26:1-23.

Dituntun dan Dijaga

Saudara-saudari yang terkasih, sering kali kita merasa lelah karena hidup terasa seperti teka-teki yang belum lengkap. Kita bertanya, “Mengapa ini terjadi?” atau “Ke mana arah hidup saya?” Dalam Injil Yohanes 17:11b-19, Yesus berdoa kepada Bapa: “Lindungilah mereka dalam nama-Mu.” Yesus tahu bahwa dunia ini tidak mudah bagi para murid-Nya, maka Ia tidak membiarkan kita berjalan sendirian. Ia menjanjikan Roh Kudus untuk menuntun kita kepada seluruh kebenaran—bukan secara instan, melainkan perlahan, setapak demi setapak, sesuai dengan kesiapan hati kita.

Belajar dari pengalaman Paulus dalam bacaan pertama, kita diajak untuk hadir di tengah dunia yang penuh perbedaan dengan sikap bijak. Paulus tidak datang dengan paksaan, melainkan dengan kerendahan hati untuk memahami situasi masyarakat di sekitarnya. Di sinilah peran Roh Kudus bekerja: memberi kita hikmat untuk bicara ketika perlu, dan diam untuk mendengarkan ketika dibutuhkan. Seperti Paulus, kita dipanggil untuk mewartakan kasih Tuhan melalui cara yang dapat diterima oleh sesama, tanpa harus kehilangan jati diri sebagai pengikut Kristus.

Saudara-saudari terkasih, pengalaman hidup di seminari mengajarkan saya bahwa memahami kehendak Tuhan adalah sebuah proses panjang, bukan perlombaan lari cepat. Banyak hal yang awalnya terasa sulit, bahkan membingungkan untuk dijalani, namun perlahan menjadi jelas melalui doa dan bimbingan. Saya belajar bahwa Tuhan tidak pernah terburu-buru; Ia bekerja dalam detail-detail kecil keseharian kita. Janganlah kita merasa gagal hanya karena belum memahami rencana-Nya hari ini, sebab Tuhan sedang membentuk kita melalui setiap proses yang kita lalui bersama-sama.

Dalam doanya, Yesus menegaskan bahwa meskipun kita “bukan dari dunia,” kita tetap “diutus ke dalam dunia.” Artinya, tantangan dalam keluarga, beban pekerjaan, atau persoalan hidup lainnya adalah medan di mana kita harus tetap setia. Roh Kudus adalah kompas kita agar kita tidak tersesat oleh arus dunia. Kita tidak perlu melihat seluruh peta perjalanan hidup untuk melangkah; kita hanya perlu percaya bahwa Yesus telah mendoakan kekudusan kita agar kita tetap kuat dan terjaga dalam kebenaran-Nya.

Saduara-saudari terkasih, mari kita belajar untuk menjadi lebih peka terhadap bimbingan Tuhan dalam hal-hal sederhana. Setialah pada perkara-perkara kecil, karena di sanalah Tuhan melatih keteguhan iman kita. Jangan menyerah jika jawaban yang kita cari belum kunjung datang. Tetaplah berjalan dengan penuh percaya, sebab Ia yang menjanjikan Roh Kudus adalah Allah yang setia. Ia tidak hanya menuntun kita menuju kebaikan, tetapi Ia sendiri berjalan di samping kita, menjaga kita agar tetap aman dalam pelukan kasih Bapa. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Antonius Vianto Jefri Ansa Raja Guguk (Tingkat I)

Leave a Reply

Your email address will not be published.