1Ptr. 2:2-5,9-12; Mzm. 100:2,3,4,5; Mrk. 10:46-52. BcO 1Tim. 3:1-16.
Iman yang Bertumbuh

Saudara-saudari terkasih, bacaan hari ini mengajak kita untuk kembali pada hal yang paling mendasar dalam hidup iman, yaitu kerinduan akan Tuhan. Dalam bacaan pertama kita diingatkan agar seperti bayi yang baru lahir, kita merindukan “susu rohani yang murni.” Artinya, iman bukan soal menjadi hebat atau tahu banyak, tetapi soal hati yang sederhana, haus akan Tuhan, dan mau terus bertumbuh dalam-Nya.
Selanjutnya, Yesus dalam Injil menyembuhkan Bartimeus, seorang buta yang berseru dengan penuh iman. Di tengah banyak orang yang mencoba menyuruhnya diam, ia justru semakin keras berseru: “Yesus, kasihanilah aku!” Iman Bartimeus bukan iman yang pasif, tetapi iman yang berani berharap dan berseru, bahkan dalam keterbatasan. Dan ketika Yesus memanggilnya, ia segera bangkit, meninggalkan segala yang menghalanginya, dan datang kepada Tuhan.
Sering kali kita seperti orang banyak dalam kisah itu mudah mengabaikan jeritan orang lain, atau bahkan suara hati kita sendiri yang rindu akan Tuhan. Atau kita juga seperti Bartimeus, tetapi masih ragu untuk sungguh-sungguh datang kepada Yesus.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita diajak untuk menjadi “batu hidup” yang dibangun menjadi rumah rohani. Itu berarti kita tidak berjalan sendiri, tetapi bersama-sama membangun hidup yang berakar pada Kristus. Dan semua itu dimulai dari satu hal sederhana: kerinduan yang tulus akan Tuhan, serta keberanian untuk berseru kepada-Nya. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Yusta Pawe (Tingkat I)
