Renungan Harian Rabu, 10 Juni 2026

1Raj. 18:20-39; Mzm. 16:1-2a,4,5,8,11; Mat. 5:17-19; BcO 2Sam. 15:1-23.

Jangan Sampai Tuhan Jadi Nomor Dua

Saudara-saudari terkasih, bacaan hari ini mengingatkan kita untuk tetap menaruh kesetiaan dan mengarahkan hati kepada Tuhan. Dalam kisah Elia, bangsa Israel kebingungan akan menaruh hatinya kepada Tuhan atau Baal. Baal merupakan dewa yang disembah oleh bangsa Kanaan pada zaman Perjanjian Lama. Baal dianggap sebagai dewa hujan, kesuburan, dan pertanian, sehingga banyak orang percaya bahwa Baal dapat memberi panen dan kemakmuran. Sehingga, bangsa Israel perlahan mulai menjauh dari Tuhan dan menaruh hati kepada Baal.

Bagi kita sekarang, “Baal” dapat dimengerti sebagai segala sesuatu yang lebih kita prioritaskan daripada Tuhan. Sering kali tanpa sadar, kita lebih sibuk mengejar kesenangan pribadi, bermain game, scrolling tiktok berjam-jam, atau terlalu mengikuti pergaulan supaya dianggap keren dan diterima teman. Akibatnya, waktu untuk berdoa, mengikuti Perayaan Ekaristi, membaca Kitab Suci, atau berkumpul bersama keluarga mulai diabaikan. Bahkan kadang hati menjadi mudah iri, egois, dan lebih mementingkan diri sendiri. Hal-hal seperti inilah yang bisa menjadi “Baal modern” karena perlahan membuat hati kita menjauh dari Tuhan dan tidak lagi memfokuskan diri kepada Tuhan.

Dalam Injil hari ini, Yesus Kristus menegaskan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya. Artinya, iman kepada Tuhan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam hidup kehidupan kita sehari-hari  melalui kejujuran, kasih, pengampunan, dan kesetiaan kepada-Nya. Sikap itu dapat kita tunjukkan melalui hal-hal sederhana, seperti rajin mengikuti Perayaan Ekaristi, setia dalam doa bersama, aktif dalam pelayanan Gereja, menghargai teman, dan tekun menjalani tugas dan tanggung jawab harian kita.

Saudara-saudari terkasih, melalui sabda Tuhan hari ini kita diundang untuk bertanya kepada diri sendiri: Apakah aku sungguh menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam hidupku, atau masih ada ‘Baal-Baal modern’ yang diam-diam menguasai hatiku? Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Jefri Ansa RajagugukTingkat I

Leave a Reply

Your email address will not be published.