Vikjen KAPal Ajak Para Imam Muda Tempatkan Diri Secara Tepat dalam Tugas Pastoral

Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Palembang (KAPal), Romo Yohanes Kristianto. | Foto: Komsos KAPal

BANYUASIN – Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Palembang (KAPal), Romo Yohanes Kristianto, mengajak para imam muda di lingkungan KAPal untuk mampu menempatkan diri secara tepat dan pas dalam setiap tugas pastoral yang dipercayakan kepada mereka. Hal ini penting agar para imam dapat menjalankan reksa pastoral secara maksimal di tengah dinamika keuskupan.

Harapan tersebut disampaikan oleh Romo Yohanes Kristianto dalam sambutannya saat mengawali sesi materi kegiatan Ongoing Formation (OGF) Imam Diosesan KAPal usia imamat bawah sepuluh tahun (Basepta), Selasa (9/6/2026) pagi. Kegiatan yang mengusung tema “Memperbarui Hidup Imamat dalam Kesetiaan, Persaudaraan, dan Pelayanan” ini digelar di Wismalat Podomoro, Banyuasin, sejak 9 hingga 11 Juni 2026, dan diikuti oleh 23 imam muda.

Romo Kristianto menjelaskan bahwa program OGF khusus Basepta tingkat keuskupan ini baru pertama kali diadakan di KAPal. Selama ini, pertemuan pembinaan serupa biasanya dilaksanakan dalam skala regional, tingkat nasional melalui Badan Kerjasama Bina Lanjut Imam Indonesia (BKBLII), atau dikemas dalam pertemuan massal yang mencampur seluruh tingkatan usia imamat.

“Melalui wadah khusus bagi tahbisan satu sampai sepuluh tahun ini, para romo diharapkan bisa lebih leluasa memberikan pengalaman, sharing, serta berdiskusi secara mendalam sehingga kegiatan ini menjadi lebih berarti dan bermakna,” ungkapnya.

Lebih lanjut, imam yang pernah berkarya di Paroki Trinitas Bangunsari Buay Madang, OKU Timur ini menyoroti beragamnya dinamika tugas yang kini diemban oleh para imam muda berdasarkan surat keputusan (SK) perutusan masing-masing. Ia mencontohkan adanya pastor yang baru saja ditahbiskan namun sudah dipercaya memimpin pos pelayanan pastoral, sementara ada pula yang sudah hampir sepuluh tahun imamat namun belum menjadi pastor paroki.

“Inilah dinamika kita di Keuskupan Agung Palembang. Mudah-mudahan kita semua bisa memastikan posisi kita tepat dan pas dalam konteks keuskupan dengan sekian banyak karya ini,” tambah Romo Kristianto.

Di akhir sambutannya, Romo Kristianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran pengurus Unio serta kepanitiaan yang dipimpin oleh Romo Dominggus Koro selaku ketua panitia. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada tim panitia lainnya, di antaranya Romo Agustinus Giman, Romo Laurentius Rakidi, dan Romo Anton Liberto yang bertindak sebagai pengarah acara.

“Selamat berproses dari awal hingga akhir. Mudah-mudahan tidak ada hambatan selama kegiatan berlangsung, termasuk hambatan dari gangguan gawai atau HP,” pungkasnya yang disambut tawa dan tepuk tangan hangat dari para peserta.

Rangkaian kegiatan OGF yang dibuka secara resmi dalam Perayaan Ekaristi oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bapa Uskup, Ketua Unio KAPal, dan Sekretaris Komis Kerasulan Awam KWI, Romo Hans Jeharut.

***TJK

Leave a Reply

Your email address will not be published.