Kalian pasti pernah dengar soal mukjizat Ekaristi? Ternyata, mukjizat Ekaristi tidak hanya soal Roti dan Anggur yang terkonsekrir berubah menjadi daging dan darah lho, tapi juga soal bagaimana Ekaristi itu memberi hidup bagi orang yang menerima-Nya.
Teman-teman pernah dengar kisah hidup Venerabilis Marthe Robin? Selama puluhan tahun, Ekaristi menjadi satu-satunya makanan yang dapat dikonsumsinya.

Marthe Robin lahir pada 13 Maret 1902, di Drome, Prancis. Dia adalah bungsu dari enam bersaudara. Orangtuanya tidak begitu saleh, namun demikian, Marthe memilih jalan kesalehan. Sayangnya, Marthe menderita demam tifoid pada usia dua tahun bersama saudaranya, Clemence. Namun sayang, hanya Marthe yang dapat bertahan. Meski demikian, fisiknya menjadi sangat lemah.
Saat berusia 16 tahun, Marthe jatuh sakit dan terbaring di tempat tidur. Berbagai penyakit kronis didiagnosakan dokter kepadanya, seperti tumor otak sampai histeria.
Sepuluh tahun kemudian, tubuh bagian bawahnya lumpuh, menyusul lengannya. Kemudian secara medis, dia didiagnosa menderita penyakit langka Encephalitis Lethargica.
Marthe berbaring di kamar tidur yang gelap, karena dia hipersensitif terhadap cahaya. Pada usia ke-28 tahun, dia lumpuh total, bahkan tidak bisa makan dan minum. Pernah dokter mencoba memberikan air minum, namun keluar dari lubang hidungnya. Ajaibnya, saat Marthe diberikan Roti Ekaristi, dia bisa mengonsumsinya.
Bunda Maria mengunjungi Marthe, di awal penderitaannya. Lantas, Kristus sendiri menampakkan diri kepadanya dan penampakan ini mengubah hidupnya. Ia memutuskan untuk mempersembahkan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan dan mempersembahkan penderitaannya melalui doa dan cinta.
Sejak tahun 1930, satu-satunya makanan Marthe adalah Tubuh Kristus. Tidak ada makanan atau minuman yang bisa melewati bibirnya. Jumat ketika dia menerima Komuni Kudus, dia menerima karunia stigmata, yaitu luka-luka Kristus di kayu salib.
Darah segar muncul setiap Jumat, kering pada hari Sabtu dan hilang pada hari Minggu. Marthe Robin mengalami Mukjizat Ekaristi dengan cara yang luar biasa. Dia hanya mengonsumsi Ekaristi sampai ia tutup usia pada 1981, saat menginjak usia 51 tahun.
Meski Marthe tidak lulus sekolah dasar, namun dia diberi karunia untuk menasehati orang-orang yang mengunjunginya. Kata-kata bijaknya luar biasa mengubah hati orang. Dia memiliki belas kasih yang meluap-luap dan ingatan yang luar biasa.
Selama hidupnya, diperkirakan lebih dari 100.000 orang mengunjunginya dan menerima bimbingan darinya. Dia menghormati ribuan permintaan doa dan pengaruhnya menjangkau jauh melampaui kamar tidurnya yang kecil. **
Kristiana Rinawati
