Renungan Harian Sabtu, 15 Agustus 2026

PF St. Tarsisius, Martir (M), Pelindung Putra-Putri Altar
Yeh. 18:1-10.13b.30-32; Mzm. 51:12-13.14-15.18-19; Mat. 19:13-15; BcO Za. 14:1-21

Membangun Jembatan

Saudara-saudari terkasih, beberapa hari ini saya menjalani masa live in di Aceh. Tinggal bersama masyarakat dengan latar belakang yang berbeda membuat saya belajar banyak hal. Saya melihat bagaimana orang-orang saling menghormati, menyapa dengan ramah, dan hidup berdampingan meskipun memiliki keyakinan yang berbeda. Di tempat ini saya semakin sadar bahwa kehadiran seorang murid Kristus bukan pertama-tama melalui banyak kata, melainkan melalui sikap hidup yang menghadirkan kasih, kerendahan hati, dan penghargaan kepada setiap orang.

Dalam Injil hari ini , Yesus meminta agar anak-anak dibiarkan datang kepada-Nya. Di mata para murid, anak-anak mungkin dianggap tidak penting. Namun bagi Yesus, mereka justru menjadi gambaran hati yang sederhana, tulus, dan terbuka. Hati seperti inilah yang mampu menerima Tuhan tanpa kepura-puraan dan tanpa prasangka. Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah lebih mudah diterima oleh mereka yang datang dengan kerendahan hati daripada mereka yang merasa sudah memiliki segalanya.

Pengalaman live in ini menjadi pengingat bagi saya untuk terus belajar memiliki hati seperti seorang anak. Hidup di tengah masyarakat Aceh mengajak saya untuk tidak cepat menghakimi, tetapi lebih banyak mendengar, menghargai, dan membangun persaudaraan. Saya percaya, ketika kita mau membuka hati dan menghormati setiap pribadi sebagai ciptaan Allah, di situlah kasih Kristus mulai bertumbuh. Semoga melalui hal-hal sederhana yang kita lakukan setiap hari, semakin banyak orang dapat merasakan bahwa Tuhan hadir dan bekerja di tengah kehidupan kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Yohanes Deo

Leave a Reply

Your email address will not be published.