100 Tahun Suster Charitas di Indonesia: Menghadirkan Sukacita Surga Melalui Pelayanan Kaum Miskin

Foto: Komsos FCh

PALEMBANG – Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC, mengajak para biarawan dan biarawati untuk terus menjadi tanda kehadiran surga di dunia. Hal ini disampaikannya dalam perayaan Ekaristi puncak 100 tahun Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas (FCh) hadir di Indonesia, yang digelar di Ballroom Asisi Charitas Hospital Palembang, Jumat (9/7/2026) petang.

Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, ini mengusung tema Berakar dan Berbuah dengan Sukacita. Acara syukur ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh puluhan imam, ratusan umat, serta sejumlah uskup dari berbagai wilayah pengabdian Charitas di Indonesia dan luar negeri, termasuk perwakilan dari Belanda dan Suriname.

Dalam sambutannya, Mgr. Antonius mengutip definisi hidup bakti dari Paus Leo XIV sebagai panggilan bagi pria dan wanita untuk berakar kuat dalam Kristus. Melalui kehidupan yang aktif di dunia, para religius diajak untuk selalu mengarahkan pandangan pada kebaikan kekal.

“Hidup bakti itu menjadi tanda eskatologis, yaitu bagaimana kehidupan surgawi dihadirkan di dalam perjalanan hidup kita di tengah-tengah dunia,” ujar Mgr. Antonius.

Ia juga sempat berseloroh mengenai pakaian putih yang dikenakan para suster sebagai simbol kesucian dan kedamaian surga. Ia menegaskan bahwa kehidupan religius seharusny penuh sukacita, damai, dan rukun, serta menjadi cerminan nyata dari kehidupan di surga.

Karunia Istimewa

Mgr. Antonius menjelaskan bahwa hidup bakti memberikan karunia istimewa berupa kedekatan khusus dengan Kristus dan sesama (spiritual grace of intimacy). Mengutip pesan mendiang Paus Fransiskus, ia menekankan bahwa melayani sesama, khususnya kaum miskin, merupakan sebuah karunia istimewa (privilege) yang tidak didapatkan oleh semua orang.

“Ketika kita mendapat kesempatan melayani Kristus di dalam diri orang miskin, itu adalah suatu privilege. Maka pada saat itu, kita mengalami sukacita,” ungkapnya.

Satu Abad Beraroma Injil

Meneladani Santo Fransiskus Asisi dalam ensiklik Fratelli Tutti, Kongregasi FCh dinilai telah menghidupi semangat yang “beraromakan Injil”—sebuah kehidupan yang memperlakukan siapa saja dan apa saja sebagai saudara dan saudari.

Memasuki usia satu abad di Indonesia, kongregasi yang awalnya hanya digawangi oleh 5 suster pionir, kini telah berkembang dengan total 290 suster aktif. Selama 100 tahun, mereka telah menghadirkan kerajaan Allah melalui karya kesehatan, pendidikan, sosial, pastoral, hingga kategorial di berbagai wilayah yang tersebar di 39 komunitas, mulai dari Palembang hingga Suriname dan Mississippi, Amerika Serikat.

Menutup sambutannya, Ketua KWI bersama para uskup se-Indonesia mengucapkan selamat atas tonggak sejarah ini. Ia mengapresiasi perjalanan hidup bakti, kesaksian iman, dan pelayanan kasih yang telah ditunjukkan oleh para Suster Charitas selama satu abad penuh di bumi nusantara.

***TJK

Leave a Reply

Your email address will not be published.