Renungan Harian Minggu, 26 Juli 2026

HARI MINGGU BIASA XVII
1Raj. 3:5,7-12; Mzm. 119:57,72,76-77,127-128,129-130; Rm. 8:28-30; Mat. 13:44-52 (atau 13:44-46)

Keluarga: Harta Berharga

Saudara-saudari terkasih, Hari Minggu Biasa XVII ini terasa sangat istimewa karena Gereja Katolik sejagat juga merayakan Hari Orang Tua, Kakek, dan Nenek Sedunia. Melalui Injil hari ini, Yesus mengumpamakan Kerajaan Surga seperti seorang yang menemukan harta terpendam di ladang, lalu dengan sukacita menjual seluruh miliknya demi membeli ladang tersebut. Perumpamaan ini menegaskan bahwa ketika kita menemukan sesuatu yang jauh lebih bernilai dari apa pun di dunia ini, kita akan rela melepaskan segalanya demi memperolehnya. Harta sejati yang dimaksud Yesus tentu bukanlah kekayaan materi seperti emas atau tanah, melainkan Kerajaan Allah, sebuah kehidupan yang dipenuhi oleh kasih, damai sejahtera, dan persatuan abadi bersama-Nya.

Jika Injil berbicara tentang harta yang paling berharga, perayaan hari ini menyadarkan kita bahwa salah satu wujud nyata harta terindah yang Tuhan titipkan di dunia ini adalah keluarga kita sendiri. Sejak kita kecil, orang tua serta kakek dan nenek telah melakukan pengorbanan yang luar biasa tanpa pamrih. Mereka memeras keringat, menahan keinginan pribadi, dan senantiasa mendoakan kita. Bahkan di usia senja, kakek dan nenek tetap menjadi jangkar iman yang mengajarkan arti kesabaran, keheningan, dan kebijaksanaan hidup. Lewat keteladanan mereka yang bersahaja, kita pertama kali mengenal bagaimana kasih Allah itu bekerja secara nyata.

Kini, sebuah pertanyaan reflektif patut kita layangkan ke dalam batin masing-masing: Sudahkah kita memperlakukan keluarga kita sebagai harta yang paling berharga? Sering kali kita merasa bingung bagaimana cara menghadirkan Kerajaan Allah di tengah rumah kita. Padahal, surga kecil itu hadir lewat perkara-perkara sederhana: saat kita meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, membantu pekerjaan rumah, menelepon di sela kesibukan, atau sekadar duduk menemani mereka di hari tua. Lebih dari warisan harta benda yang fana, warisan iman seperti tanda salib dan doa-doa sederhana yang dahulu mereka ajarkan kepada kita saat kecil adalah kekayaan abadi yang tidak akan pernah luntur oleh waktu.

Saudara-saudari terkasih, ada tiga pesan indah yang bis akita dalam. Pertama, harta sejati kita adalah Kerajaan Allah yang diwujudkan dalam relasi kasih yang tulus. Kedua, orang tua, kakek, dan nenek adalah berkat indah yang Tuhan percayakan untuk kita jaga. Ketiga, kasih sejati selalu menuntut kehadiran dan pengorbanan. Selagi mereka masih ada bersama kita, marilah kita hormati, kasihi, temani, dan doakan mereka dengan sepenuh hati. Dan bagi orang tua atau kakek-nenek kita yang telah berpulang ke rumah Bapa, mari kita terus mengalirkan kasih kita lewat doa-doa kudus. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Robet Silalahi

Leave a Reply

Your email address will not be published.