Yer. 18:1-6; Mzm. 146:2abc,2d-4,5-6; Mat. 13:47-53
Terkumpullah Semua Jenis Ikan

Saudara-saudari terkasih, ada satu kalimat dari Injil hari ini yang begitu sederhana, tetapi sangat menyentuh: “terkumpullah semua jenis ikan.” Yesus tidak berkata bahwa jala itu hanya menangkap ikan yang baik, ataupun yang besar. Jala itu menangkap semuanya. Begitulah cara Kristus mengasihi. Ia datang bukan hanya untuk mereka yang merasa baikh hidupnya, tetapi juga bagi mereka yang sedang berjuang, yang jatuh, yang terluka, bahkan yang merasa dirinya tidak pantas. Di hadapan Tuhan, tidak ada seorang pun yang terlalu jauh untuk dipanggil kembali.
Inilah yang juga dihayati oleh Santo Petrus Krisologus. Dalam khotbah-khotbahnya, ia sering mengingatkan bahwa Allah lebih dahulu mencari manusia daripada menunggu manusia datang kepada-Nya. Karena kasih-Nya begitu besar, Allah rela menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus. Kristus turun ke dunia bukan karena manusia sudah sempurna, tetapi justru karena manusia membutuhkan keselamatan. Maka, jala dalam Injil hari ini menjadi gambaran tangan Kristus yang selalu terbuka. Ia mengumpulkan kita apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelemahan kita. Namun, Ia tidak mengumpulkan kita agar tetap seperti semula. Ia mengumpulkan kita supaya kita dibentuk, dipulihkan, dan perlahan-lahan diubah oleh kasih-Nya.
Mungkin sering kali beberapa di antara kita terlalu cepat menghakimi diri sendiri ataupun orang lain. Kita mudah berkata, “Orang itu tidak pantas,” atau bahkan, “Saya sudah terlalu jauh dari Tuhan.” Padahal, selama jala itu masih berada di laut, semuanya masih berada dalam pelukan kasih Allah. Selama hidup ini masih berjalan, Tuhan masih memberi kesempatan untuk bertobat, bangkit, dan memulai lagi. Yang diminta dari kita bukanlah kesempurnaan, melainkan hati yang mau terus dibentuk. Sebab kasih Tuhan tidak pernah berhenti pada menerima kita apa adanya; kasih itu juga perlahan-lahan mengubah kita menjadi pribadi yang semakin serupa dengan-Nya.
Saudara-saudari terkasih, semoga seperti Santo Petrus Krisologus, kita semakin percaya bahwa Allah tidak pernah lelah mencari manusia. Dan ketika kita telah mengalami kasih itu, semoga kita pun belajar membuka tangan dan hati, agar mampu merangkul sesama sebagaimana Kristus telah lebih dahulu merangkul kita. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Tinon Bayu
