
PALEMBANG – Mengawali perjalanan akademis yang baru, ratusan peserta didik dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik di bawah naungan Koordinasi Yayasan Xaverius Palembang berkumpul dan mengikuti Perayaan Ekaristi Pembukaan Tahun Pembelajaran 2026/2027 yang dipimpin oleh Romo Dionisius Anton Liberto dan diselenggarakan di Gereja Paroki Santo Fransiskus de Sales Palembang, pada Jumat (31/7/2026) pagi.
Hadir sebagai konselebran di antaranya Bendahara Yayasan Xaverius Palembang, Romo Stefanus Surawan dan Rektor Seminari Menengah St. Paulus Palembang, Romo Titus Waris Widodo SCJ.

Dalam homilinya, Romo Liberto memberikan refleksi mendalam mengenai pentingnya mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah di dalam lingkungan sekolah. Ia mengingatkan segenap sivitas akademika agar tidak terjebak pada pandangan sempit bahwa sekolah hanyalah institusi transfer ilmu pengetahuan (akademis) semata. Lebih dari itu, lembaga pendidikan Katolik harus menjadi tanah yang subur bagi persemaian karakter dan moralitas yang luhur.
Lebih lanjut, imam yang berkarya di Paroki St. Yoseph Palembang ini juga mengajak para pelajar untuk merefleksikan prioritas hidup dengan membandingkan antara sekadar mengejar capaian nilai angka dengan pembentukan integritas pribadi.
“Tuhan melihat kehidupan manusia bukan dari angka-angka nilai yang bagus atau tinggi, karena hal tersebut sifatnya temporer dan sementara. Namun, melalui kehidupan yang berkarakter, manusia akan dituntun sepanjang hidupnya dalam rahmat kebahagiaan yang sejati,” tegas Romo Liberto.
Ia juga menekankan bahwa awal tahun ajaran baru yang bertepatan dengan peringatan Santo Ignatius Loyola ini harus dijadikan momentum bagi sekolah untuk terus berbenah menjadi lembaga yang bijaksana, penuh kasih, dan berani menyuarakan kebenaran. Selaras dengan tema utama, “Cerdas dalam pengetahuan, bijaksana dalam tindakan, dan peduli terhadap sesama,” para murid ditantang menjadi saksi-saksi kebenaran di tengah era digital yang kerap kali mengaburkan nilai moral.

Romo Liberto juga menyoroti tantangan moral dewasa ini, di mana banjir informasi di dunia maya sering membuat publik rentan memutarbalikkan fakta. Oleh karena itu, ia berharap agar lingkungan sekolah Xaverius bersih dari segala bentuk perundungan (bullying) maupun penyebaran berita atau informasi yang merusak.
Tegaskan Komitmen
Perayaan ini menegaskan kembali komitmen bersama bahwa pendidikan yang sejati adalah pendidikan yang utuh, menyeimbangkan kecerdasan intelektual, kematangan rohani, dan integritas moral. Internalisasi nilai moral ini diharapkan tampak nyata dalam kebiasaan sederhana sehari-hari di sekolah, seperti menyapa sesama dengan ramah, saling menolong, serta menghormati para pendidik.
Melalui perayaan Ekaristi ini, Koordinasi SMA-SMK Katolik Xaverius di Kota Palembang menyatakan kesiapan penuh untuk menapaki Tahun Ajaran 2026/2027 dengan optimisme baru, spiritualitas yang tangguh, serta komitmen kuat untuk terus membawa dampak yang positif bagi masyarakat luas.
***Andreas Daris Awalistyo (Kontributor Palembang)
