Uskup Agung Palembang Terimakan Sakramen Krisma Bagi 34 Umat Stasi Muara Bulian

Foto: Komsos Paroki St. Gregorius Agung

MUARA BULIAN – Sebanyak 34 krismawan dan krismawati menerima Sakramen Krisma dalam perayaan Ekaristi yang berlangsung dengan khidmat di Stasi Santo Petrus Muara Bulian, Paroki St. Gregorius Agung Jambi, Sabtu (29/8/2026). Sakramen yang menjadi puncak kepenuhan inisiasi  ini diterimakan langsung oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Turut hadir mendampingi sebagai konselebran adalah Pastor Paroki St. Gregorius Agung, Romo Felix Astana Atmaja SCJ serta Diakon Fransiskus Mujiono SCJ.

Dalam homilinya, Bapa Uskup menegaskan bahwa tugas sebagai pengikut Kristus sering kali menuntut keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan demi keselamatan bersama. Meneladani Nabi Yeremia hingga keteguhan Kristus yang tidak mundur dari jalan salib, Bapa Uskup mengingatkan bahwa penderitaan demi kebenaran bukanlah hal yang harus dihindari.

“Para murid dalam bacaan Injil harus menghayati kerasulannya seperti itu. Yesus tidak dipanggil untuk ‘enak-enak’, mengalami kesejahteraan, untuk ‘duduk di menara gading’. Tugas keselamatan yang diberikan oleh Bapa-Nya adalah datang ke dunia, pun kalau harus menderita, harus menyelamatkan umat manusia,” pesan Mgr. Harun.

Foto: Komsos Paroki St. Gregorius Agung

Bapa Uskup juga mengajak para krismawan untuk tidak melihat Krisma hanya sebagai pelengkap tahapan formal dalam perjalanan iman, melainkan panggilan nyata untuk siap sedia mempersembahkan seluruh hidup bagi Allah dan sesama.

“Daripada berdosa, mempersembahkan tubuhnya sebagai persembahan yang kudus kepada Allah, pun kalau harus disiksa, dipenggal tapi bertahan. Ribuan dari para pahlawan ini menjadi martir,” ungkap Bapa Uskup mengingatkan keteladanan para kudus.

Mengakhiri homilinya, Bapa Uskup kembali menegaskan panggilan umat Kriatiani untuk menjadi saksi yang setia di tengah keluarga, lingkungan, maupun masyarakat luas kendati berhadapan dengan aneka godaan dan kesulitan.

“Kita mohon rahmat Tuhan supaya kita dapat menjadi saksi Kristus, tidak lari dari penderitaan untuk hidup benar, adil, suci, tidak kalah oleh godaan, oleh pesona apapun yang fana, duniawi, tetapi terus berpegang pada Kristus dengan jalan menjadi saksi-Nya,” pungkas Bapa Uskup.

Foto: Komsos Paroki St. Gregorius Agung

Bagi ke-34 krismawan dan krismawati, perayaan Ekaristi ini menjadi pijakan langkah baru yang memperteguh perjalanan iman mereka. Didampingi doa orang tua dan seluruh umat, mereka kini siap diutus untuk membawa terang dan semangat Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan ini pun menjadi momen penuh syukur, tidak hanya bagi para krismawan dan keluarga, tetapi juga bagi seluruh umat stasi yang hadir menyaksikan pertumbuhan iman generasi muda gereja.

***Lisbet Theresa Pakpahan (Komsos Paroki St. Gregorius Agung)

Leave a Reply

Your email address will not be published.