Renungan Harian Minggu, 30 Agustus 2026

HARI MINGGU BIASA XXII
Yer. 20:7-9; Mzm. 63:2.3-4.5-6.8-9; Rm. 12:1-2; Mat. 16:21-27
BcO 1Tim. 5:3-25

Ubah Cara Pandang

Saudara-saudari terkasih, mengikuti Tuhan tidak selalu membuat hidup menjadi lebih mudah. Ada saat-saat ketika kesetiaan justru dibalas dengan penolakan, kebaikan dibalas dengan kekecewaan, dan pengorbanan terasa sia-sia. Dalam situasi seperti itu, tidak sedikit orang memilih menyerah. Yeremia pun pernah berada di titik itu. Ia ingin berhenti menjadi nabi karena penderitaan yang dialaminya. Namun, ada satu hal yang tidak dapat ia padamkan: firman Tuhan yang menyala seperti api di dalam hatinya. Api itulah yang membuatnya tetap berdiri, meski langkahnya terasa berat.

Api yang sama melahirkan kerinduan yang diungkapkan pemazmur, “Jiwaku haus kepada-Mu.” Ketika hati sungguh dipenuhi Tuhan, yang dicari bukan lagi hidup tanpa masalah, melainkan Tuhan sendiri yang memberi kekuatan di tengah setiap persoalan. Dalam Injil, Yesus mengajak para murid melangkah lebih jauh. Ketika Petrus menolak jalan salib, Yesus menegurnya, “Engkau memikirkan apa yang dipikirkan manusia, bukan apa yang dipikirkan Allah.” Bagi manusia, salib adalah tanda kegagalan. Namun bagi Allah, salib adalah jalan menuju kehidupan.

Saudara-saudari, bukankah kita pun sering seperti Petrus? Kita menginginkan Tuhan hadir, tetapi tanpa salib; kita ingin mengikuti Kristus, tetapi tidak ingin kehilangan kenyamanan. Padahal, kasih yang sejati selalu menuntut keberanian untuk memberi diri.

Hari ini, Tuhan mengundang kita untuk mengubah cara pandang. Jangan takut ketika jalan iman terasa berat. Jika firman-Nya tetap menjadi api di dalam hati kita, maka kita akan selalu menemukan kekuatan untuk melangkah. Sebab di tangan Tuhan, setiap salib yang dipikul dengan kasih tidak pernah berakhir pada penderitaan, tetapi selalu mengantar kita pada sukacita kebangkitan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.

Fr. Tinon Bayu

Leave a Reply

Your email address will not be published.