Seksi Kerawam Paroki Tegalsari Gelar Pembinaan Militansi Iman Katolik dalam Pelayanan Publik

FOTO: Komsos PARASKU

BELITANG — Semangat menghidupi iman Katolik melalui pengabdian kepada masyarakat menjadi pesan utama dalam pertemuan bertema “Menumbuhkan Militansi Iman Katolik dalam Pelayanan Publik” yang digelar oleh Seksi Kerasulan Awam (Kerawam), Dewan Pastoral Paroki (DPP) Para Rasul Kudus Tegalsari, Minggu (30/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan dan perjumpaan bagi umat Katolik, khususnya yang terlibat dalam pelayanan publik, agar semakin menyadari panggilan imannya di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua DPP Tegalsari, Pontianus Sudirman mengajak seluruh peserta untuk terus memupuk militansi iman dan pelayanan. Semangat ini diwujudkan melalui kesediaan berbagi, melayani, serta mengambil bagian dalam berbagai bentuk pengabdian, termasuk sebagai abdi negara di berbagai bidang. Ia juga memberikan apresiasi kepada Seksi Kerawam yang memfasilitasi acara ini, seraya mengajak peserta mengikuti pembinaan dengan tekun agar mampu menjadi garam dan terang dunia.

FOTO: Komsos PARASKU

Dukungan senada disampaikan oleh Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik OKU Timur, Hendrikus Wiyatno. Ia mengingatkan bahwa iman tidak cukup dihayati secara pribadi, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, tindakan, dan pelayanan sehari-hari. Sementara itu, mewakili Seksi Kerawam, Hendri dalam samnbutannya menegaskan bahwa status sebagai kelompok minoritas bukan alasan untuk berkecil hati.

“Umat Katolik justru diajak menunjukkan kualitas diri lewat ketulusan, profesionalitas, dan integritas saat melayani masyarakat umum,” tegasnya.

Rangkaian acara ini dibuka oleh Pastor Rekan Paroki Para Rasul Kudus Tegalsari, Romo F.X. Kusmaryadi SCJ. Selanjutnya, Romo Kusmaryadi menyajikan materi bertajuk Gereja Melanjutkan Misi Kristus Menjadi Guru, Nabi, dan Imam.

Mengawali paparannya, imam dehonian ini mengungkapkan bahwa umat memiliki panggilan untuk memberi kesaksian hidup demi mewujudkan kesejahteraan bersama. “Umat dipanggil untuk memberikan kesaksian iman, mempersembahkan diri lewat pekerjaan, serta memimpin dengan bijaksana demi terwujudnya kesejahteraan bersama (bonum commune),” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan umat Katolik dalam pelayanan publik membutuhkan keberanian moral dan kerendahan hati untuk menanggung konsekuensi dalam memperjuangkan nilai-nilai iman, terutama di lingkungan mayoritas yang berbeda.

“Pelayanan publik bukan sekadar kewajiban rutinitas, melainkan sarana menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan berbangsa dengan tetap menjunjung tinggi integritas, keadilan, dan kasih,” tegasnya.

Melalui pertemuan ini, umat Katolik diharapkan semakin diteguhkan bahwa pelayanan publik adalah wujud nyata dari pengamalan iman. Dengan militansi iman yang kuat, umat dipanggil untuk hadir dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, agama, dan bangsa. Setia dalam pelayanan adalah berkat bagi sesama.

***Valent Nugroho Priyo Pratomo (Komsos Paroki Tegalsari)

Leave a Reply

Your email address will not be published.