Siapkan Generasi Penerus Gereja, Seminaris Rhetorica Palembang Dibekali Pembinaan Iman Anak

Foto: Dok. Seminari

PALEMBANG — Pembinaan Iman Anak (BIA) atau sekolah minggu bukan sekadar kegiatan berkumpul dan bernyanyi bersama setiap akhir pekan. Lebih dari itu, BIA merupakan wadah penting dalam membentuk karakter serta menumbuhkan iman anak-anak sejak dini sebagai penerus Gereja.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) memberikan pembinaan khusus kepada para seminaris kelas Rhetorica di Seminari Menengah Santo Paulus Palembang. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rekreasi Seminaris pada Kamis (3/9/2026) siang ini bertujuan membekali para seminaris agar siap bertugas sebagai calon pengajar dan pendamping BIA di paroki-paroki Dekanat Palembang.

Foto: Dok. Seminari

Praefect Disiplinae Seminari Menengah Santo Paulus, Romo Petrus Sukino, mewakili Romo Rektor menegaskan bahwa pendampingan ini diharapkan mampu menyadarkan para seminaris akan pentingnya pelayanan BIA. Melalui pembinaan ini, mereka diajak untuk menghayati panggilan pelayanan, baik nantinya sebagai imam, uskup, maupun awam.

Sementara itu, Direktur Diosesan (Dirdios) KMKI KAPal, Romo Florentinus Suryanto SCJ menekankan pentingnya kolaborasi antara anak, pendamping, dan orang tua. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi saat ini, pendampingan iman di rumah sering kali menjadi tantangan akibat kesibukan orang tua. Padahal, keluarga adalah tempat pertama anak menimba iman melalui teladan nyata.

“Anak-anak adalah aset dan masa depan Gereja. Pembinaan yang terarah dan berkelanjutan akan membantu mereka bertumbuh menjadi pribadi yang berdampak positif bagi Gereja dan masyarakat,” tegas Romo Floren.

Melalui program ini, para seminaris Rhetorica tidak hanya dibekali teori mengajar, tetapi juga dilatih memiliki spiritualitas pendampingan yang kuat—yakni mendampingi lewat cara berpikir, berdoa, dan keteladanan hidup. Langkah ini sekaligus menjadi solusi nyata untuk menjawab keterbatasan jumlah pembina BIA di paroki-paroki.

***Natan Nael Pandiangan dan Timotius Gregontino Bayunadi (Seminaris Kelas Rhetorica)

Leave a Reply

Your email address will not be published.