
PERAWANG, RIAU — Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Paroki St. Yohanes Pembaptis Perawang, Riau, saat lima diakon Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ) resmi menerima Sakramen Imamat dalam Perayaan Ekaristi Tahbisan Imam yang dipimpin Uskup Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin SX pada Kamis (10/09/2026) pagi. Tampak puluhan imam hadir sebagai konselebran, di antaranya Superior Provinsial SCJ Indonesia, Romo Andreas Suparman SCJ dan Pastor Paroki Perawang, Romo Antonius Dwi Raharjo SCJ.
Adapun lima imam Dehonian yang baru saja menerima Sakramen Imamat dalam perayaan yang dihadiri biarawan, biarawati, dan ratusan umat Katolik dari berbagai paroki tersebut adalah Romo Fransiskus Mujiono SCJ, Romo Yohanes Siapril Purba SCJ, Romo Iknasius Bayu Lesmana SCJ, Romo Novtavianus Aldi Prayoga SCJ, dan Romo Hendrikus Suharyono SCJ.

Dalam sambutannya, Romo Andreas Suparman SCJ, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya perayaan tahbisan di Perawang. Ia mengaku sempat ragu ketika usul penahbisan di Perawang pertama kali disampaikan oleh Romo Dwiraharjo SCJ bersama Dewan Pastoran Paroki (DPP).
“Awalnya kami para konfrater agak ragu dan gamang, sebab jumlah kami para SCJ masih sedikit di Keuskupan Padang dan belum terlalu lama berkarya di sini. Selain itu, lokasinya sangat jauh bagi para konfrater dan keluarga diakon yang berasal dari luar daerah. Namun, melihat kesungguhan umat dan semangat panitia yang begitu luar biasa, hati kami luluh dan berubah menjadi kebanggaan,” ungkap Romo Suparman.
Ia menambahkan, kelancaran serta keagungan perayaan liturgi ini lahir dari doa, kerja keras, dan dukungan penuh DPP, seluruh umat, panitia, dan para donatur. Tak lupa, Romo Suparman menyampaikan terima kasih khusus kepada Mgr. Vitus Rubianto Solichin SX yang berkenan menahbiskan para imam baru tersebut.
Tugas Perutusan
Kepada para imam baru yang mengusung moto tahbisan “Ego Sum Vobiscum” (Aku Menyertai Kamu), Romo Suparman memberikan pesan tegas yang memotivasi agar mereka tidak cepat berpuas diri dengan gelar ‘imam baru’.
“Jangan bangga hanya karena menjadi ‘imam baru’. Namun banggalah kalau ada orang yang melihat pelayanan kalian dan berkata: ‘Nah, ini baru imam!’ Jadikan janji penyertaan Yesus itu nyata dan dapat dirasakan oleh siapa saja yang kalian layani,” tegasnya.
Momen yang paling ditunggu-tunggu umat dan para imam baru akhirnya tiba di penghujung acara, ketika Superior Provinsial secara resmi mengumumkan tempat tugas perutusan pertama bagi kelima imam baru:
- Romo Iknasius Bayu Lesmana SCJ: Ditugaskan ke Paroki St. Ignatius Loyola Bangko, Keuskupan Agung Palembang.
- Romo Hendrikus Suharyono SCJ: Ditugaskan ke Paroki Trinitas Bangunsari, Keuskupan Agung Palembang.
- Romo Novtavianus Aldi Prayoga SCJ: Ditugaskan ke Paroki Maria Bintang Samudra Kokonao, Keuskupan Timika, Papua.
- Romo Fransiskus Mujiono SCJ: Ditugaskan ke Paroki St. Paulus Tiong Ohang, Keuskupan Agung Samarinda, Kalimantan Timur.
- Romo Yohanes Siapril Purba SCJ: Ditugaskan kembali ke Paroki St. Andreas Rasul Mesuji, Keuskupan Tanjungkarang, Lampung untuk dipersiapkan bergabung dalam Komunitas Internasional Asia yang bermisi di Hong Kong, Makau, dan Jepang.
Pengumuman lokasi tugas tersebut disambut tepuk tangan meriah dan dukungan dari seluruh umat yang hadir. Perayaan Tahbisan Imam SCJ 2026 ini diakhiri dengan ramah tamah bersama.
***TJK
