Kembali ke Gereja Masa Kecil, Romo Siapril Purba SCJ Resmi Jadi Imam di Perawang

Foto: Ss Youtube Komsos Keuskupan Padang

PERAWANG, RIAU — “Yang hebat itu bukan Romo menggunakan kasula, tetapi Romo yang menggunakan kasula sampai akhir hayat di peti mati. Inilah yang kami harapkan.” Hal ini disampaikan oleh Romo Yohanes Siapril Purba SCJ dalam sambutannya mewakili para imam baru pada Perayaan Ekaristi Tahbisan Imam Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ) yang dilaksanakan di Paroki St. Yohanes Pembaptis Perawang Riau, pada Kamis (10/09/2026) pagi.

Perayaan yang dipimpin oleh Uskup Padang, Mgr. Vitus Rubinto Solichin SX in dihadiri puluhan imam konselebran, di antaranya Superior Provinsial SCJ Indonesia, Romo Andreas Suparman SCJ dan Pastor Paroki Perawang, Romo Antonius Dwi Raharjo SCJ. Para imam Dehonian yang baru ditahbiskan adalah Romo Fransiskus Mujiono SCJ, Romo Yohanes Siapril Purba SCJ, Romo Iknasius Bayu Lesmana SCJ, Romo Novtavianus Aldi Prayoga SCJ, dan Romo Hendrikus Suharyono SCJ.

Dalam suasana yang dipenuhi rasa haru dan gembira, Romo Siapril mengungkapkan rasa syukur atas rahmat tahbisan suci yang mereka terima dari Mgr. Vitus Rubianto Solichin SX. Baginya, Gereja Paroki Perawang memiliki ikatan emosional yang sangat mendalam karena menjadi saksi perjalanan imannya sejak kecil.

“Di gereja ini saya dibaptis, menerima komuni pertama, sakramen krisma, dan hari ini menerima sakramen imamat. 12 tahun lalu saya berdiri di depan sebagai remaja yang gemetar membaca lektor, kini saya berdiri sebagai seorang imam. Ini semua berkat kasih Allah,” kenangnya di hadapan imam, biarwan, biarawati, dan ratusan umat yang hadir dari berbagai daerah hingga luar negeri.

Foto: Ss Youtube Komsos Keuskupan Padang

Ia menambahkan bahwa kelima imam baru berasal dari latar belakang daerah yang berbeda, seperti Lampung, Palembang, dan Perawang. Namun, ketekunan untuk belajar mendengarkan kehendak Allah dan penyerahan diri pada Hati Yesus menjadi kunci utama yang menyatukan perjalanan panggilan mereka hingga sampai pada altar tahbisan.

Menyadari tanggung jawab besar untuk menggembalakan umat, para imam baru memohon doa dan dukungan agar senantiasa rendah hati serta setia pada janji imamat. Romo Siapril menekankan pentingnya keterbukaan hati dan pikiran (open heart and mind) dalam mendengarkan kehendak Tuhan di setiap medan pelayanan.

“Kami menyadari kini dipanggil Romo, Pastor, atau Pater yang bertugas menggembalakan umat. Namun kami tetap butuh dukungan dan ingatkan kami jika kami lupa mensyukuri rahmat ini. Doakan kami agar memiliki mata yang jernih, telinga yang tajam mendengarkan umat, serta hati nurani yang tulus,” pungkasnya.

***TJK

Leave a Reply

Your email address will not be published.