Pesta Pemuliaan Salib Suci (M)
Bil. 21:4-9 atau Flp. 2:6-11; Mzm. 78:1-2.34-35,36-37,38; Yoh. 3:13-17. BcO Gal. 2:19-3:7,13-14; 6:14-18
Penantian yang Indah

Saudara-saudari terkasih, ketika saya menjalani masa pembinaan di Tahun Orientasi Rohani St. Markus Pematangsiantar, saya memandang proses formatio atau pembinaan itu seperti seseorang yang sedang mendaki gunung. Ketika di tengah perjalanan, seorang pendaki sering merasa lelah, penat, mudah mengeluh, dan ingin segera sampai ke puncak. Sikap seperti ini menunjukkan bahwa kita kurang sabar dan kurang menikmati proses yang sedang Tuhan rencanakan kepada kita.
Hal yang sama juga itu dialami oleh bangsa Israel di padang gurun. Ketika saat menghadapi cobaan, mereka tidak sabar dan mulai mengeluh kepada Allah. Namun, ketika mereka mau mendengarkan dan memandang ular tembaga yang dibuat oleh Musa, Allah kembali menyelamatkan mereka dari cobaan yang dihadapi.
Kedua peristiwa ini menunjuk pada Injil hari ini. Yesus berkata bahwa Anak Manusia harus ditinggikan, yaitu di atas salib. Dulu salib adalah tanda penghinaan dan penderitaan, tetapi melalui kurban Kritus, salib itu berubah menjadi tanda cinta kasih dan keselamatan. Yesus rela merendahkan diri dan taat sampai mati di kayu salib demi kita.
Saudara-saudari, ketika kita menghadapi aneka kesulitan, tantangan, dan cobaan dalam hidup, jangan melihatnya sebagai beban. Pandanglah salib hidup kita itu sebagai tanda bahwa Tuhan tetap setia mengasihi dan mendampingi kita dalam setiap dinamika atau proses yang kita alami. Marilah kita menjalani proses hidup ini dengan sikap sabar, rendah hati, dan setia menjadikan salib Kristus sebagai sumber kekuatan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua.
Fr. Stefanus Glenio Tingkat I
