Renungan Harian 26 September 2026

PF St. Kosmas dan Damianus

Pkh 11:9-12:8; Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; Luk 9:43b-45, BcO Tob 10:7c-11:15.

Jangan menunggu sampai semuanya terlambat

Saudara-saudari yang terkasih, pernahkah kita menunda sesuatu yang penting hanya karena merasa masih memiliki banyak waktu? Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan para murid bahwa Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Banyak orang tidak memahami maksud perkataan Yesus ini dan takut untuk bertanya, sebab mereka mungkin masih membayangkan bahwa mengikut Yesus berarti jalan mulus menuju keberhasilan dan kemuliaan. Padahal, Yesus sedang menyampaikan kenyataan pahit yang akan dihadapi-Nya, yaitu penderitaan dan kematian demi kasih-Nya kepada manusia.

Melalui pesan ini, kita diajak menyadari sebuah kebenaran mendasar: hidup adalah kesempatan yang sangat berharga dan waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali. Sering kali kita terjebak dalam kesibukan mengejar materi atau kesenangan duniawi sampai melupakan hal-hal yang sungguh berarti. Kita berjanji untuk rajin berdoa nanti setelah tua, baru mau menyapa keluarga ketika ada waktu senggang, atau berdamai saat tidak lagi sibuk. Padahal, kehidupan tidak pernah memberikan jaminan pasti akan hari esok.

Pesan ini semakin dipertegas oleh gambaran dari Kitab Pengkhotbah yang mengingatkan kita untuk menikmati serta mengisi masa muda dan hidup ini dengan bijak. Kesempatan untuk tersenyum kepada orang tua, berkumpul bersama keluarga, berbuat baik, hingga meminta maaf kepada sesama tidak selalu datang untuk kedua kalinya. Apa yang baik untuk dilakukan hari ini, hendaknya tidak terus-menerus kita tunda sampai esok hari, karena esok belum tentu milik kita.

Yesus sendiri memberikan teladan yang sangat indah dalam Injil. Walaupun Ia tahu bahwa jalan menuju penderitaan salib sudah semakin dekat, Ia tidak pernah menunda tugas dan kasih-Nya. Yesus tetap melangkah maju menjalankan kehendak Bapa tanpa ragu. Dari-Nya kita belajar bahwa nilai kehidupan tidak diukur dari seberapa lama kita hidup di dunia, melainkan dari seberapa besar kasih dan kebaikan yang kita bagikan melalui waktu yang Tuhan percayakan kepada kita.

Saudara-saudari, hari ini Tuhan masih memberikan kita napas kehidupan dan kesempatan untuk memperbarui diri. Mungkin ada anggota keluarga yang merindukan sapaan kita, orang yang perlu kita maafkan, kesalahan yang harus kita akui, atau doa-doa yang sudah lama kita tinggalkan. Jangan menunggu sampai semuanya terlambat. Selagi masih ada waktu dan kesempatan, marilah kita hadir bagi sesama, berdamai dengan hati, dan melangkah semakin dekat kepada Tuhan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita semua. Amin

Fr. Carolus Robet Silalahi Frater Tingkat III

Leave a Reply

Your email address will not be published.